Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Internet Hidup Lagi di Tapanuli Tengah, Warga Korban Banjir Menangis Saat Bisa Telepon Keluarga

Editor Satu • Senin, 1 Desember 2025 | 13:00 WIB
Tapanuli Tengah memadati titik layanan darurat Polda Sumut setelah jaringan internet kembali aktif melalui Starlink. Banyak yang menangis saat akhirnya bisa menghubungi keluarga.
Tapanuli Tengah memadati titik layanan darurat Polda Sumut setelah jaringan internet kembali aktif melalui Starlink. Banyak yang menangis saat akhirnya bisa menghubungi keluarga.

TAPTENG, METRODAILY – Setelah lima hari terputus total akibat banjir dan longsor, jaringan internet di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, akhirnya kembali hidup.

Puluhan warga menangis saat bisa kembali menghubungi keluarga mereka, Sabtu (29/11/2025).

Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Sumut mengoperasikan lima perangkat internet satelit Starlink di beberapa titik terdampak bencana.

Pengaktifan layanan darurat ini langsung disambut warga yang memadati lokasi untuk mendapatkan akses komunikasi.

Dalam video yang dirilis Polda Sumut, terlihat warga menangis saat telepon mereka tersambung kepada keluarga.

Banyak di antara mereka yang kehilangan ponsel karena terseret banjir, sehingga harus mengantre untuk meminjam handphone milik personel kepolisian.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan jaringan darurat yang dibangun Bid TIK kini menjadi tulang punggung komunikasi bagi tim SAR gabungan di lapangan.

“Polda Sumut menjadi tim pertama yang membuka kembali akses komunikasi bagi masyarakat yang terputus total sejak bencana melanda,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, dalam operasi tersebut Bid TIK mengerahkan 60 unit HT Harris, satu mobil repeater, satu mobil Komob, satu drone, lima perangkat Starlink, serta dua baterai backup Starlink.

Peralatan itu mampu mengaktifkan kembali jaringan komunikasi yang sebelumnya lumpuh di sebagian besar wilayah Tapteng.

Mobil repeater dan komob digunakan untuk memperluas jangkauan komunikasi radio HT, sehingga setiap informasi pencarian korban, evakuasi, hingga permintaan logistik dapat tersampaikan tanpa hambatan.

Sementara drone membantu pemetaan wilayah terisolasi untuk menentukan prioritas bantuan.

Dampak Banjir di Sumatera Utara

Berdasarkan data sementara Polda Sumut per Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00 WIB, total korban bencana alam di Sumut mencapai 1.076 orang, dengan rincian:

Sejak Senin (24/11/2025), tercatat 488 kejadian bencana melanda 21 kabupaten/kota di Sumut, mulai dari banjir, longsor, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.

Tapanuli Tengah menjadi wilayah paling terdampak dengan 56 kejadian bencana dan 691 korban, termasuk 47 orang meninggal dunia dan 51 masih hilang.

Di Kota Sibolga, tercatat 33 korban meninggal dan 56 orang hilang. Sementara Taput, Tapsel, dan Madina juga mencatat peningkatan jumlah banjir dan longsor yang memaksa ribuan warga mengungsi. (Net)

Editor : Editor Satu
#starlink #korban banjir #internet