Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

BBM Langka di Padangsidimpuan, Eceran Pertalite Rp 25 Ribu per Liter

Edi Saragih • Minggu, 30 November 2025 | 18:05 WIB
Antre BMM di sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan.
Antre BMM di sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan.

SIDIMPUAN, METRODAILY - Pasca Banjir dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) yang mengakibatkan ambruknya jembatan penghubung kedua Kabupaten di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Selasa (25/11/2025) lalu.

Jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas kedua daerah rusak berat dan terputus tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dampaknya pasokan BBM dari Sibolga yang terputus akibat banjir dan jembatan putus menyebabkan antrean kendaraan yang mengular di beberapa daerah terdampak termasuk di Kota Padangsidimpuan.

Keterlambatan pasokan BBM yang sementara disuplai dari Dumai, menyebabkan kelangkaan di berbagai SPBU di Kota Padangsidimpuan, memicu antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat.

Dari pantauan di lapangan, Minggu (30/11/2025) tampak antrean panjang mengular di SPBU Padangmatinggi, Kecamata Padangsidimpuan Selatan, bahkan antrian kendaraan roda dua maupun roda empat menutupi badan Jalan Lintas sehingga menyebabkan kemacetan, pemandangan serupa terlihat di SPBU Jalan Serma Lion Kosong, SPBU Sadabuan, SPBU Sitamiang, SPBU Batunadua, dan SPBU lainnya di Kota Padangsidimpuan.

Sejumlah pengendara mengaku khawatir BBM mulai langka setelah banjir besar dan longsor dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu pengendara, Ical (27) warga Kelurahan Wek IV, yang berprofesi sebagai pedagang mengatakan dirinya sudah mengantre BBM selama 4 jam lebih di SPBU Padangmatinggi, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Aek Tampang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Sejak Pukul 02.00 WIB saya ke SPBU ini, ternyata sampai sini juga antreannya panjang sekali. Saya tentu sedikit khawatir tidak bisa isi BBM dan tidak bisa lagi mencari nafkah Bang," ungkap Ical kepada awak media

Walaupun sejumlah SPBU tidak buka, karena keterlambatan pasokan BBM, warga tetap setia mengantri walaupun menunggu berjam jam.

Di tengah kekhawatiran publik tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan bahwa suplai BBM dan LPG dalam kondisi aman dan saat ini sedang dalam proses percepatan pemulihan distribusi.
Pertamina meminta masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan.

Pertamina menghentikan sementara distribusi BBM ke wilayah Tapanuli dan Padangsidimpuan akibat akses jalan yang tidak dapat dilewati. Hal tersebut disampaikan Sales Area Manager Retail Medan, Tito Rivanto, yang menyebut sejumlah titik mengalami longsor dan jembatan putus.

Mobil tangki kami stop karena akses pertama dari longsor dan jembatan yang tidak bisa dilewati sama sekali. Kami mohon dukungan dinas terkait untuk segera membersihkan akses-akses tersebut sehingga distribusi BBM kami melalui mobil tangki bisa segera sampai ke SPBU, katanya di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Sabtu (29/11/2025) kemarin

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina memprioritaskan suplai untuk alat berat di Tarutung dan sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Sumatera Utara.
Tito mengatakan pihaknya sudah menyediakan dexlite untuk operasional alat berat sejak Rabu dan masih berjalan hingga hari ini.

Selain itu, Pertamina juga memberikan dukungan BBM untuk Bandara Sibolga, terutama untuk kebutuhan genset karena listrik di daerah tersebut masih padam. Kami full support untuk kebutuhan BBM di Sibolga, pungkasnya.
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Wilayah Kota Padangsidimpuan dan sekitarnya, Hal ini menyebabkan harga eceran jenis Pertalite di tingkat pengecer mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per liter.(Irs)

 

Editor : Metro-Esa
#padangsidimpuan #bbm #pertalite