TAPUT, METRODAILY — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., memaparkan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara.
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Jumat (28/11).
Menurut Suharyanto, hingga saat ini tercatat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang.
Korban tersebar di tujuh kabupaten/kota, yakni:
- Tapanuli Utara: 11 orang
- Tapanuli Tengah: 51 orang
- Tapanuli Selatan: 32 orang
- Kota Sibolga: 17 orang
- Humbang Hasundutan: 6 orang
- Kota Padang Sidempuan: 1 orang
- Pakpak Barat: 2 orang
Sementara Mandailing Natal tidak melaporkan adanya korban jiwa.
Pengungsian dan Infrastruktur Terdampak
Sejumlah titik pengungsian masih didata di sebagian besar wilayah. Humbang Hasundutan tercatat memiliki satu titik, sementara Mandailing Natal memiliki delapan titik pengungsian, dengan terdampak terbesar berada di Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Batahan.
Kerusakan infrastruktur memicu lumpuhnya akses transportasi. Di Tapanuli Selatan, jalur nasional Sidempuan–Sibolga terputus di satu titik, sedangkan Sipirok–Medan terputus di dua titik.
Di Mandailing Natal, beberapa ruas seperti Singkuang–Tabuyung serta Bulu Soma–Sopotinjak tidak bisa dilalui akibat banjir dan longsor. Pengerahan alat berat dilakukan untuk mempercepat pembukaan akses.
Distribusi Bantuan dan Dukungan Pemerintah Pusat
BNPB melaporkan distribusi logistik telah dilakukan di wilayah paling terdampak, terutama di Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal. Bantuan yang dikirim meliputi beras, makanan siap saji, tenda, terpal, serta family kit.
Pemerintah pusat juga mengerahkan personel gabungan BNPB, TNI/Polri, dan kementerian/lembaga. Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, LCR, kompresor, tenda, dan konsumsi sudah didistribusikan.
Selain itu, dukungan alutsista dikerahkan, termasuk pesawat Caravan serta helikopter Airbus EC 155 untuk mengirim logistik-peralatan dan mendukung mobilisasi alat berat guna membuka akses desa yang terisolasi.
Gangguan Komunikasi Ditangani dengan Starlink
Bencana juga berdampak pada jaringan telekomunikasi yang sempat lumpuh, menghambat pendataan dan distribusi bantuan. BNPB mengatasi kendala tersebut dengan mendatangkan perangkat starlink untuk menyediakan jaringan internet sementara di titik pengungsian dan posko darurat.
BNPB memastikan upaya penanganan darurat masih terus berlangsung dan meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. (Rel)
Editor : Editor Satu