Banjir dan Longsor di Taput: 15 Tewas 36 Masih Hilang
Editor Satu• Sabtu, 29 November 2025 | 06:00 WIB
Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si bersama Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, SH, M.Han meninjau lokasi longsor.
Akses Tarutung–Sibalanga Mulai Terbuka
TAPUT, METRODAILY — Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara sejak Senin (24/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025) terus bertambah.
Data terbaru yang dihimpun Polres Tapanuli Utara mencatat 15 orang meninggal dunia dan 36 lainnya masih hilang di dua kecamatan terdampak paling parah, yakni Adiankoting dan Parmonangan.
Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi sejak awal pekan menjadi pemicu utama runtuhan tebing serta banjir besar di sejumlah desa.
Meski hujan telah berhenti pada Jumat (28/11), proses pencarian korban masih menghadapi rintangan serius berupa 17 titik rawan longsor di jalur menuju Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting.
Akses Tarutung–Sibalanga kini mulai terbuka untuk kendaraan roda empat dan dua. Namun medan ke arah Sibolga sejauh 23 kilometer dari Sibalanga masih berpotensi berubah setiap saat akibat struktur tanah yang labil.
15 Korban Meninggal di Dua Kecamatan
Adiankoting – 11 Korban Tewas
Korban meninggal dunia di wilayah ini mayoritas ditemukan tertimbun longsor di Desa Adiankoting dan Desa Sibalanga.
Di antaranya adalah Bangun Sitompul (53) dan anaknya Rey Bastian Sitompul (1) yang tewas ketika rumah mereka tertimbun longsor pada Rabu (26/11) dini hari.
Evakuasi pada Kamis (27/11) juga menemukan sembilan korban lain, termasuk bayi berusia enam bulan, anak-anak, hingga warga lanjut usia. Identitas para korban mayoritas berasal dari Desa Pagaran Pisang dan Desa Sibalanga.
Parmonangan – 4 Korban Tewas
Dua warga Dusun Simarsalaon, Desa Pertengahan, yaitu Santiur br Marbun dan Reza Manalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dan telah dimakamkan.
Sementara dua pegawai PT Partogi Hidro Energy, Farida (40) dan Gedeon Manalu (25), ditemukan meninggal akibat tertimbun longsor di area proyek.
36 Warga Masih Hilang
Adiankoting – 28 Orang Hilang
Sebanyak 28 warga di Desa Sibalanga dan Desa Pagaran Lambung I belum ditemukan. Mereka terdiri dari perempuan dewasa, anak-anak, bayi, hingga pekerja desa yang tertimbun material tanah dan batu.
Tiga lokasi di Desa Sibalanga menjadi paling kritis karena sejumlah rumah rata dengan tanah, dengan beberapa korban diduga masih berada di bawah runtuhan.
Parmonangan – 8 Orang Hilang
Di Dusun Simarsalaon, Desa Pertengahan, lima anggota satu keluarga — termasuk dua anak berusia 1,5 dan 3 tahun — belum ditemukan sejak rumah mereka hilang terbawa longsor.
Selain itu, tiga pegawai PT Tamaris di Desa Hutatua yang tertimbun material longsor juga masih dalam pencarian.
Polres Tapanuli Utara menyebut jumlah korban tewas bisa bertambah seiring proses evakuasi lanjutan di titik-titik yang masih sulit dijangkau.
“Tidak menutup kemungkinan akan ditemukan korban meninggal dunia di luar data orang hilang,” demikian laporan resmi Kasat Intelkam Polres Taput, AKP Tombor Marbun. (Rel)