Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ayah di Taput Berjalan 80 Km Mencari Istri dan Dua Anaknya yang Hilang Kontak Saat Banjir di Tapteng

Editor Satu • Jumat, 28 November 2025 | 18:03 WIB

Ebyn Hutauruk menangis saat disapa Masinton, usai berjalan tanpa alas kaki menuju Tukka, Tapanuli Tengah, mencari istri dan dua anaknya yang hilang kontak saat bencana Sibolga.
Ebyn Hutauruk menangis saat disapa Masinton, usai berjalan tanpa alas kaki menuju Tukka, Tapanuli Tengah, mencari istri dan dua anaknya yang hilang kontak saat bencana Sibolga.

METRODAILY - Kisah sedih datang dari seorang ayah bernama Ebyn Hutauruk, warga Tarutung, Tapanuli Utara, yang memutuskan berjalan kaki sejauh 80 kilometer menuju Tukka, Tapanuli Tengah, demi mencari istri dan dua anaknya yang hilang kontak saat bencana di Sibolga.

Kisah ini pertama kali diunggah melalui akun Facebook Rosalina Brigita Lumban Gaol. Sejak bencana melanda Sibolga pada Selasa pagi, Ebyn tidak lagi mendapat kabar apa pun dari istrinya, Rumita Laura Sibuea, serta dua anak mereka.

Kondisi keluarga mereka memang terpisah jarak karena LDM: Ebyn bekerja sebagai anggota Satpol PP di Tarutung, sementara istri dan anak-anaknya tinggal di Tukka.

Hingga Kamis (27/11), tiga hari setelah bencana, Ebyn masih belum mengetahui di mana keberadaan keluarganya.

Kegelisahan itu akhirnya mendorongnya mengambil keputusan berat: berjalan kaki menuju Tukka untuk mencari istri dan kedua buah hatinya.

Dalam perjalanan panjang itu, Ebyn membagikan beberapa unggahan melalui status WhatsApp. Ia berjalan tanpa alas kaki karena medan yang harus dilalui rusak dan licin akibat banjir dan longsor.

Hanya beberapa bahan makanan sederhana yang ia bawa di tangan—bekal kecil untuk perjalanan penuh harapan dan kecemasan.

Di tengah perjalanan, langkahnya terhenti ketika tak sengaja bertemu dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Dalam video yang turut beredar, Ebyn terlihat menangis sambil memohon bantuan.

"Tolong saya, Pak… Saya belum tahu kabar istri dan kedua anak saya. Bagaimana istri saya menggendong kedua anak saya untuk menyelamatkan diri?" ujarnya terbata-bata dalam tangis.

Pertemuan itu membuat kisah perjuangannya kian viral. Banyak warganet mendoakan dan berharap ada kabar baik mengenai kondisi keluarganya di tengah bencana besar yang melanda Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Unggahan tersebut juga mengajak masyarakat untuk membantu menyebarkan informasi, siapa tahu ada pihak yang mengetahui keberadaan istri dan anak-anaknya.

"Semoga ada orang baik yang bisa mengabarkan mereka selamat," tulis pengunggah.

Bagi banyak orang, perjalanan 80 kilometer itu bukan sekadar langkah fisik—melainkan lambang kuatnya cinta seorang ayah.

"Semangat ya, itoku. Tuhan pasti menjaga eda dan kedua paramanmu," tulis kerabatnya memberi dukungan. (Fb/mea)

Editor : Editor Satu
#ayah berjalan kaki #Banjir tapteng