SIBOLGA, METRODAILY – Banjir bandang yang melanda Kecamatan Tukka, Sibolga, Tapanuli Tengah, terus memicu kondisi darurat. Jalan utama menuju desa-desa di kecamatan tersebut terputus akibat luapan air, sehingga ratusan warga masih terjebak di rumah masing-masing.
Sebuah video yang diunggah akun Instagram bataknese_asli pada 26 November 2025 mendadak viral.
Dalam video terlihat seorang bayi dievakuasi menggunakan boks plastik oleh warga yang sigap. Orang tua bayi tersebut selamat dari musibah.
Video evakuasi bayi itu menjadi sorotan publik. Netizen memberikan doa dan dukungan, salah satunya akun sigitnurcahyadi08 yang menulis,
"Sehat sehat kalian di sana, selalu hati-hati," sementara akun i.mrsdh menambahkan, "Ya Allah, semoga segera pulih Sibolga."
Pihak BPBD Sibolga menghimbau warga tetap waspada, mengamankan diri di lokasi yang aman, dan memprioritaskan evakuasi anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sibolga mencatat sedikitnya 150 kepala keluarga dari Desa Parjalihotan dan desa sekitar dievakuasi ke lokasi sementara, termasuk kantor desa dan posko darurat.
Total pengungsi yang sudah menempati posko mencapai lebih dari 500 jiwa, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Sejumlah posko darurat telah didirikan untuk menampung pengungsi, antara lain:
- Gedung Serbaguna Kecamatan Tukka – kapasitas 200 orang, menyediakan dapur umum dan layanan kesehatan.
- Balai Desa Parjalihotan – menampung 150 warga, lengkap dengan logistik darurat dan air bersih.
- Sekolah SD Negeri Tukka 1 – dijadikan lokasi evakuasi tambahan dengan distribusi makanan siap santap dan obat-obatan.
Distribusi bantuan mencakup pangan dan makanan siap santap, paket sembako, air mineral, pakaian layak pakai, selimut, dan obat-obatan. Evakuasi warga dilakukan secara mandiri dan dibantu aparat TNI/Polri serta relawan lokal.
Namun, banyak wilayah masih sulit dijangkau karena banjir dan putusnya akses jalan.
Aparat terus mengerahkan perahu karet dan mobil operasional untuk mempercepat evakuasi serta distribusi bantuan.
Kondisi listrik dan telekomunikasi sebagian besar padam sejak awal banjir, sehingga koordinasi penanganan darurat dilakukan secara langsung di lapangan oleh aparat dan relawan.
Warga diminta menyiapkan kebutuhan darurat dan tetap mengikuti arahan petugas. (Bbs)
Editor : Editor Satu