LABUHANBATU, METRODAILY – BPBD Kabupaten Labuhanbatu akan mengirimkan tim evakuasi ke Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara (Taput), menyusul tewasnya enam warga Rantauprapat akibat tanah longsor pada Kamis (27/11/2025).
Enam korban tersebut adalah Amelia Azhari Lubis (11), Nurjannah (36), Nurasiah (45), Uswatun Hasanah (67), Sumiati (63), dan Opung Nerla Simanjuntak.
Mereka meninggal setelah rumah tempat mereka beristirahat ambruk dihantam material longsor dari lereng bukit.
Kepala BPBD Labuhanbatu, Darwin Yusma, mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pengiriman tim ke lokasi.
“Akan kita turunkan tim evakuasi secepatnya,” ujarnya di Rantauprapat, Jumat (28/11/2025).
Namun upaya ini terkendala putusnya jaringan komunikasi ke wilayah terdampak.
“Hubungan komunikasi belum bisa tersambung, baik ke Taput, Tapsel maupun Tapteng. Padahal kita butuh informasi kondisi lapangan,” ujar Darwin.
BPBD Labuhanbatu juga menerima banyak laporan warga terkait keluarga mereka yang berada di wilayah bencana, termasuk pelajar di SMA Negeri 1 Matauli Pandan dan sejumlah pesantren.
Tim akan dilengkapi personel Dinas Kesehatan Labuhanbatu, ambulans, serta kantong jenazah.
Anggota DPRD Turun Tangan
Dalam rombongan evakuasi, seorang anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi PDIP, Tommy, juga dikabarkan ikut serta. Pengusaha alat berat tersebut menurunkan empat mobil derek, dua becho, dan satu ambulans.
“Ini panggilan kemanusiaan, banganda,” ujarnya.
Rombongan akan menuju Tarutung sebelum melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“Untuk sementara yang berangkat saya, Kepala BPBD dan Bhabinkamtibmas. Setelah itu kita tentukan langkah lanjutan,” kata Tommy.
Kronologi: Berobat ke Medan Berujung Tragedi
Rombongan korban berangkat dari Rantauprapat pada Senin malam (24/11/2025) menuju Medan untuk keperluan pemeriksaan kesehatan Sumiati. Usai berobat, mereka memutuskan berlibur melalui jalur Lintas Barat Sumut.
Saat tiba di Desa Sibalanga, mereka beristirahat di rumah warga. Sopir bersama mobil Toyota Calya BK 1986 AFF berada di seberang jalan.
Tak ada tanda bahaya sebelum akhirnya tebing di belakang rumah longsor dan menimbun seluruh penghuni di dalamnya. (fdh/smg)
Editor : Editor Satu