Rumah Tenggelam 4 Meter
TAPUT, METRODAILY — Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, memicu bencana banjir dan longsor di 14 titik. Sejumlah wilayah terendam hingga 4 meter, sementara Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung–Sibolga lumpuh total akibat material longsor.
Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, mengatakan banjir terparah terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Pahae Jae, dengan ketinggian air mencapai empat meter.
Sebanyak 20 rumah terendam, dan satu sisi Jembatan Aek Puli lama putus, namun arus lalu lintas masih bisa dialihkan ke jembatan baru.
Baca Juga: BPS Siantar Uraikan Perbedaan Data vs Statistik, dan Sosialisasikan SE 2026
“Banjir juga merendam wilayah Purbatua, Siatas Barita, dan Tarutung dengan ketinggian 70 sentimeter hingga tiga meter. Total sekitar 98 rumah warga terdampak. Sejumlah akses jalan di Tarutung terputus total akibat luapan air. Tidak ada korban jiwa,” ujar Ernis, Rabu (26/11).
Longsor terjadi di enam titik, sebagian besar di jalur strategis Jalinsum Tarutung–Sibolga. Material longsor di tiga titik antara KM 29—35 membuat akses sempat lumpuh total.
Seorang warga, Haratua Sipahutar (50), mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa material longsor di KM 29–30. Korban kini dirawat intensif di RSUD Tarutung.
Baca Juga: Jembatan Nasional di Taput Ambruk Diterjang Banjir-Longsor, Akses Desa Putus Total
Longsor paling berdampak terjadi di Desa Sitolu Ompu, Kecamatan Pahae Jae, yang menyebabkan dua rumah tertimbun tanah. Empat warga luka-luka, yakni Dahlia Banjarnahor (27), Iben Parapat (15), Liora Parapat (5), dan Lenora Parapat (5).
Selain itu, pohon tumbang di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, sempat memicu kemacetan panjang. Sebagian ruas yang tertutup lumpur dan batu kini dapat dilalui setelah pembersihan darurat.
Ernis menegaskan tidak ada korban meninggal atau hilang, namun petugas masih bersiaga di titik-titik rawan dan membantu warga yang mengungsi, terutama di Adiankoting dan Pahae Jae.
Baca Juga: Jembatan Nasional di Taput Ambruk Diterjang Banjir-Longsor, Akses Desa Putus Total
“Upaya evakuasi dan pembersihan material sempat dihentikan Selasa malam karena hujan lebat dan minim penerangan. Operasi dilanjutkan Rabu pagi,” tutup Ernis. (rel)