TAPSEL, METRODAILY — Ratusan warga korban banjir di Dusun Sibara-bara, Pardomuan–Setia Baru, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kini semakin mendesak membutuhkan bantuan.
Sudah dua hari penuh mereka bertahan di pengungsian tanpa fasilitas memadai, sementara banjir meluas hingga merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai tiga meter.
“Lebih kurang 500 warga dari 160 kepala keluarga kini butuh perhatian,” kata Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap, Rabu. Para pengungsi tersebar di rumah warga yang tidak terdampak hingga kawasan perbukitan yang relatif aman.
Fasilitas pengungsian belum terpasang. Warga terpaksa mendirikan tenda-tenda darurat menggunakan terpal seadanya.
“Belum ada tenda resmi, dapur umum, maupun layanan kesehatan yang masuk,” ujar Hasian.
Banjir dipicu meluapnya Sungai Batang Toru dan Sungai Sangkunur setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti.
Akses Terputus, BPBD Kesulitan Masuk Lokasi
BPBD Tapsel mengaku kesulitan masuk ke lokasi karena akses nasional tertimbun longsor.
“Longsor di Kecamatan Angkola Barat masih menutup badan jalan. Materialnya belum selesai dievakuasi sehingga kendaraan tidak bisa melintas,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapsel, Idham Halid Pulungan, mewakili Kalaksa Julkarnaen Siregar.
Upaya pembukaan akses tengah dilakukan bersama TNI, Polri, dan relawan. Namun medan berat membuat proses penanganan memakan waktu.
Minimnya fasilitas membuat ratusan warga rawan sakit dan kekurangan pangan. Mereka berharap bantuan segera dikirim sebelum cuaca kembali memburuk.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi dan potensi banjir susulan cukup besar. (irs)