SIDIMPUAN, METRODAILY — Hujan deras yang mengguyur wilayah Padangsidimpuan pada Selasa (25/11/2025) sore menyebabkan debit air Sungai Aek Sibottar meluap dan merendam permukiman warga.
Sedikitnya 140 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi, sementara seorang warga dilaporkan hanyut terseret arus saat mencari ikan.
Pantauan di bantaran Sungai Aek Sibottar, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, menunjukkan warga sudah mengungsi ke Masjid Al-Ikhlas yang berada di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Pulang Berobat dari Medan, Enam Warga Rantauprapat Tewas Tertimbun Longsor di Taput
Camat Padangsidimpuan Selatan, Ahmad Toib Simanjuntak, mengatakan sedikitnya 60 KK telah dievakuasi.
“Sebanyak 60 KK mengungsi ke Masjid Al-Ikhlas. Posko sedang kita dirikan,” ujar Ahmad Toib di lokasi.
80 KK di Sabungan Julu Ikut Mengungsi
Tak hanya di wilayah selatan, banjir juga memaksa 80 KK di Desa Sabungan Julu, Kecamatan Hutaimbaru, meninggalkan rumah mereka.
Plt Kalaksa BPBD Kota Padangsidimpuan, Dedy Iriansyah, menyebut pendataan masih berlangsung.
Baca Juga: BANJIR BANDANG TAPSEL: 11 Tewas, Ratusan Rumah Hancur, Ribuan Mengungsi
“Sebanyak 80 KK di Sabungan Julu mengungsi. Kami bersama tim sedang melakukan evakuasi dan pendirian posko,” tegasnya.
Warga Sidimpuan Hanyut Saat Mencari Ikan
Di tengah situasi banjir, seorang warga bernama Wira (26), warga WEK VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, dilaporkan hilang terbawa arus saat mencari ikan di sungai yang tengah meluap.
Dedy Iriansyah menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
“Korban sedang mencari ikan bersama rekannya, lalu terseret arus deras,” ungkapnya.
Saat ini tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan warga masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
“Tim sudah bergerak menyisir. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Basarnas untuk pencarian besok,” kata Dedy. (irs)