BANJIR BANDANG TAPSEL: 11 Tewas, Ratusan Rumah Hancur, Ribuan Mengungsi
Editor Satu• Kamis, 27 November 2025 | 12:10 WIB
Banjir bandang melanda wilayah Tapanuli Selatan, merusak rumah dan memutus akses jalan nasional.
Jalan Nasional Lumpuh Total
TAPSEL, METRODAILY — Banjir bandang dan longsor besar yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menelan sedikitnya 11 korban jiwa, puluhan luka-luka, dan tiga warga masih diduga tertimbun material longsor.
Ribuan warga mengungsi dan ratusan rumah dilaporkan rusak berat. Pemerintah daerah menyebut jumlah korban kemungkinan masih bertambah.
Hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut memicu meluapnya Sungai Garoga hingga menghantam dua desa, yakni Aek Ngadol dan Huta Godang, Kecamatan Batang Toru.
Banjir bandang menyapu rumah, jalan, dan jembatan, menyisakan kerusakan parah di seluruh wilayah terdampak.
Korban dan Kerusakan di Banyak Kecamatan
Data yang dihimpun hingga Selasa (25/11/2025) menunjukkan:
Kecamatan Angkola Barat: 1 meninggal, 1 luka berat, belasan titik longsor, sejumlah rumah rusak berat, dan jalan nasional tertutup material tanah.
Kecamatan Batang Toru: 9 meninggal, 36 luka berat dan ringan.
Kecamatan Sipirok: 1 meninggal, 1 luka berat.
Selain itu, puluhan titik longsor terjadi di sejumlah kecamatan lain. Material batu, kayu, dan lumpur menutup jalan, menyebabkan akses antarwilayah lumpuh.
BMKG sebelumnya merilis prakiraan curah hujan ekstrem untuk wilayah Sumatera Utara pada 22–27 November 2025. Tapsel menjadi salah satu wilayah dengan risiko banjir dan longsor paling tinggi.
Hujan berintensitas tinggi tersebut menjadi pemicu utama banjir bandang, disusul longsor di delapan kecamatan sekaligus.
Ribuan Warga Mengungsi, Jalan Nasional Macet Total
Ratusan warga Desa Aek Ngadol mengungsi ke Desa Batu Hula. Pelarian berlangsung dramatis di tengah gelap, hujan, dan derasnya aliran lumpur. Sejumlah warga terlihat menggotong jenazah dalam kain pada proses evakuasi.
Jalan Lintas Tapsel–Tapteng lumpuh total akibat tumpukan lumpur dan material batu yang menimbun badan jalan nasional.
Kepala BPBD Tapsel, Julkarnaen Siregar, menyebut sedikitnya 11 kecamatan terdampak banjir dan longsor, yaitu:
Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tano Tombangan Angkola, dan Angkola Muaratais.
BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan evakuasi dan pendataan korban di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, beberapa lokasi masih sulit dijangkau karena akses tertutup. (Irs/rel)