Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Padangsidimpuan Malintang Harahap mengatakan suplai air ke rumah pelanggan terhenti total karena pipa berukuran 8, 10, hingga 12 inci patah dan terseret derasnya luapan Sungai Batang Angkola di Desa Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan.
“Hujan deras seharian membuat Sungai Batang Angkola meluap sehingga menghantam pipa transmisi. Material longsor dan pohon tumbang juga menimpa pipa hingga putus total,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir Madina Meluas, 520 KK Mengungsi, Persediaan Warga Tinggal 2 Hari
Perbaikan Terkendala Banjir dan Tebing Longsor
Malintang menjelaskan medan menuju lokasi kerusakan sangat berat. Sungai masih banjir, curah hujan belum mereda, dan akses ke titik pipa rusak sulit dijangkau.
Petugas PDAM belum bisa membawa alat maupun material secara optimal.
“Akses jalur transportasi untuk membawa material pipa juga terganggu akibat tebing jalan longsor yang menimbun badan jalan nasional di Desa Tobotan,” katanya.
Kondisi ini membuat proses perbaikan diperkirakan memakan waktu lebih lama, karena seluruh segmen pipa yang putus harus diganti dan dipasang ulang di area yang rawan banjir bandang.
Baca Juga: 160 KK Terjebak Banjir Tapsel, Evakuasi Pakai Perahu, Warga Minta Bantuan
PDAM Minta Warga Bersabar dan Hemat Air
PDAM memastikan pihaknya terus berupaya mempercepat pemulihan layanan.
“Kami akan bekerja keras agar pipa-pipa yang putus karena banjir dan tertimpa pohon ini dapat segera selesai diperbaiki,” tegas Malintang.
Untuk sementara, PDAM mengimbau warga menghemat penggunaan air bersih sampai proses perbaikan bisa dilakukan penuh.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menunggu kondisi lapangan yang lebih aman sebelum memulai penanganan secara total. (ant)