TAPSEL, METRODAILY – Banjir di sejumlah dusun di Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kian memburuk hingga memaksa ratusan warga mengungsi. Air yang terus naik membuat proses evakuasi pada Selasa (25/11) dilakukan menggunakan perahu.
Tiga dusun—Pardomuan, Sibara-bara, dan Setia Baru—yang dihuni sekitar 160 kepala keluarga berubah bak “lautan” setelah diguyur hujan deras semalaman. Ketinggian air menembus lebih dari satu meter dan menutup akses keluar-masuk desa.
Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap, mengatakan evakuasi dilakukan sejak dini hari. “Warga kami evakuasi pakai perahu dengan penerangan senter. Semua diarahkan ke rumah keluarga atau titik aman yang tidak terdampak,” ujarnya.
Baca Juga: Imigrasi Tanjungbalai: Tidak Ada Unsur Pidana dalam Kasus 10 WNI dan ABK
Hasian menyebut banjir seperti ini hampir terjadi setiap tahun saat musim hujan. Sungai yang melintasi wilayah itu tak sanggup menampung debit air ketika curah hujan tinggi, sehingga beberapa dusun selalu menjadi langganan banjir.
BPBD Turun dengan Perahu Karet
Kepala BPBD Tapanuli Selatan, Julkarnaen Siregar, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Idham Halid Pulungan, memastikan tim sudah berada di lokasi untuk mempercepat evakuasi.
“Personel kita lengkap dengan perahu karet sudah membantu warga yang ingin keluar dari daerah banjir. Pendataan terus dilakukan,” katanya.
Baca Juga: Kapolsek Kualuh Hulu Gerebek Sarang Narkoba di Sidua-Dua, Polisi Temukan Barang Bukti Sisa Transaksi
Selain Simataniari, BPBD mencatat sejumlah wilayah lain terdampak bencana hidrometeorologi—banjir di Kelurahan Rianiate serta longsor di Kecamatan Angkola Barat, Angkola Sangkunur, dan Sipirok yang menutup badan jalan nasional.
Banjir Bandang Hantam Batang Toru
Bencana juga terjadi di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Ketinggian air bahkan telah mencapai atap rumah. Dalam video yang beredar, banjir bandang menerjang Pasar Hutagodang. Material kayu dan sejumlah rumah terlihat hanyut tersapu arus.
Sebelumnya, BMKG Wilayah I Sumatera Utara telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem periode 22–27 November 2025. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan longsor di sepanjang aliran sungai maupun daerah rawan.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan BPBD terus memantau perkembangan cuaca di wilayah terdampak. (net/bbs)
Editor : Editor Satu