TAPUT, METRODAILY— Hujan deras kembali memicu bencana di Kabupaten Tapanuli Utara. Tanah longsor menerjang Kecamatan Adiankoting, Selasa (25/11/2025), menimbun sedikitnya lima titik jalan nasional dan membuat akses menuju Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terputus total.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taput, longsor terjadi di dua desa, yakni Pagaran Lambung I dan Sibalanga. Material tanah dan bebatuan meluncur ke badan jalan pada Selasa pagi, membuat arus kendaraan tidak bisa bergerak.
“Longsor membuat akses menuju Tapanuli Tengah terputus,” kata Septian Yudiansyah Nasution, Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Taput.
Baca Juga: Ibu dan Tiga Anaknya Tewas Tertimbun Longsor di Sitahuis, Rumah Hancur Saat Dini Hari
Seorang warga bernama Haratua Sipahutar menjadi korban dalam insiden ini. Ia mengalami luka di bagian kepala dan pinggang akibat tertimpa material longsor.
“Korban telah dievakuasi dan mendapat perawatan di RS Tarutung,” tambah Septian.
BPBD bersama pemerintah kecamatan masih melakukan pendataan lanjutan dan pembersihan material. Sepanjang hari, alat berat dikerahkan untuk membuka jalan utama yang menghubungkan dua kabupaten tersebut.
“Informasi lanjutan akan disampaikan sesuai perkembangan,” pungkasnya.
Data Lengkap Titik Longsor di Adiankoting (BPBD Tapanuli Utara)
| Lokasi | Kondisi Akses |
|---|---|
| KM 29–30, Desa Sibalanga | Belum dapat dilalui kendaraan |
| KM 31–32, Desa Pagaran Lambung I | Sudah dapat dilalui |
| KM 33–34, Desa Pagaran Lambung I | Belum dapat dilalui |
| KM 36–37, Desa Pagaran Lambung I | Material longsor menutup sebagian badan jalan |
| Rumah warga milik Dorlan Simanungkalit, Desa Sibalanga | Tertimpa longsor |