Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ibu dan Tiga Anaknya Tewas Tertimbun Longsor di Sitahuis, Rumah Hancur Saat Dini Hari

Editor Satu • Rabu, 26 November 2025 | 14:06 WIB

 

Dua dari antara empat korban longsor di Sitahuis saat dievakuasi warga setempat.
Dua dari antara empat korban longsor di Sitahuis saat dievakuasi warga setempat.

TAPTENG, METRODAILY — Tragedi memilukan terjadi di Dusun I, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah. Empat orang satu keluarga ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsor yang menimpa rumah mereka, Selasa (25/11) sekitar pukul 07.00 WIB.

Keempat korban adalah Dewi Hutabarat (33) dan tiga anaknya Tio Arta Rouli Lumbantobing (7), Vania Aurora Lumbantobing (4), dan Ilona Lumbantobing (3).

Mereka ditemukan berada di dalam kamar tidur yang rata dengan tanah akibat longsoran dari belakang rumah.

Kepala Desa Mardame, Master Gultom, mengungkapkan bahwa ia mulai curiga setelah melihat rumah korban masih tertutup rapat pada pagi hari.

“Rumah korban dekat rumah kami. Dari situ terlihat bagian belakang rumah sudah tertimpa longsor. Karena curiga, kami datangi rumah itu,” kata Master kepada New Tapanuli.

Saat warga dan perangkat desa mendekati lokasi, pintu rumah dalam kondisi terkunci. Mereka kemudian mendobrak pintu dan tidak menemukan penghuni di ruang utama.

“Ketika memeriksa kamar yang tertimpa longsor, kami melihat kaki salah satu korban,” ungkap Master.

Baca Juga: Tirta Uli Butuh Rp40 Miliar Perbaiki Sambungan dan Cari Sumber Air Baru

Evakuasi di Tengah Material Longsor

Master bersama warga dan Bhabinkamtibmas Aipda Rindu Hutabarat langsung melakukan proses evakuasi dengan alat seadanya. Material longsor yang menimbun kamar membuat proses penarikan jenazah berlangsung berat dan penuh risiko.

Korban ditemukan dalam posisi berdekatan, diduga sedang tidur saat longsor terjadi sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Diketahui, suami sekaligus ayah para korban, Poliman Lumbantobing, sedang bekerja sebagai sopir dan berada di Kota Medan ketika musibah terjadi.

“Saat ini keempat korban disemayamkan di rumah keluarga,” tambah Master Gultom.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kisaran Monev Layanan PLKK untuk Wilayah Tanjung Balai, Asahan, dan Batu Bara

Hujan Deras Pemicu Longsor

Wilayah Tapanuli Tengah sejak dua hari terakhir dilanda hujan deras berkepanjangan. Kondisi tanah labil dan perbukitan curam di belakang permukiman menjadi pemicu longsoran yang langsung menghantam kamar tidur keluarga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, aparat desa, kepolisian, dan warga masih melakukan pembersihan material longsor serta memantau titik rawan lain untuk mencegah longsor susulan. (rb)

Editor : Editor Satu
#tewas tertimbun longsor