Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Taput Lumpuh Dilanda 27 Titik Banjir dan Longsor, Polres Taput Kebut Evakuasi

Editor Satu • Rabu, 26 November 2025 | 13:59 WIB

 

Salah satu titik lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Utara.
Salah satu titik lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Utara.

TAPUT, METRODAILY — Kabupaten Tapanuli Utara diguncang bencana alam besar setelah 27 titik banjir, longsor, dan pohon tumbang terjadi secara bersamaan akibat curah hujan ekstrem sejak Selasa malam hingga Rabu pagi (26/11/2025).

Sejumlah kecamatan lumpuh, akses transportasi terputus, dan evakuasi berlangsung dalam kondisi serba terbatas.

Data terakhir hingga pukul 10.30 WIB mencatat 10 titik banjir, 16 titik longsor, dan 1 titik pohon tumbang yang memutus jalan utama.

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Purbatua, Pahae Jae, Siatas Barita, dan Tarutung.
Ketinggian air bervariasi dari 70 cm hingga 4 meter, merendam total 98 rumah warga.

Puluhan hektare lahan pertanian ikut rusak karena diterjang air bah.

Sejumlah akses vital juga terputus total, terutama Desa Siraja Oloan, Desa Hutauruk, dan  Ruas Aek Siansimun–Siandorandor.

Meski kerusakan masif, tidak ada korban jiwa dilaporkan akibat banjir.

Longsor Besar Timpa Rumah Warga, Satu Luka Berat

Longsor yang mengubur ruas jalan dan permukiman terjadi di 16 titik, terutama di Jalinsum Tarutung–Sibolga dan Kecamatan Parmonangan.

Satu warga bernama Haratua Sipahutar (50) mengalami luka berat di kepala setelah tertimpa material longsor dan kini dirawat intensif.
Empat warga lainnya luka-luka ketika longsor merusak rumah di Desa Sitolu Ompu.

Banyak ruas jalan nasional sempat tertutup total sebelum alat berat PUPR dan BPBD diturunkan untuk membuka jalur sejak dini hari.

Di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, satu pohon berukuran besar tumbang dan menutup badan jalan, memicu kemacetan panjang. Petugas kemudian mengevakuasi batang pohon dan mengembalikan arus lalu lintas.

Evakuasi Sempat Dihentikan karena Cuaca Ekstrem

Operasi penyelamatan sempat dihentikan Selasa malam karena hujan deres, angin kencang, serta minimnya pencahayaan yang membahayakan petugas.

Evakuasi kembali dilanjutkan Rabu pagi.
Di Kecamatan Adiankoting dan Pahae Jae, petugas tetap berjaga membantu warga yang mengungsi.

Dalam operasi besar ini, dikerahkan 160 Personel Disiagakan untuk Operasi Bencana. Yakni 90 personel Polres Taput, 16 personel BKO Brimob, 20 personel TNI, 15 personel BPBD, 7 petugas PUPR, 10 personel Dishub, 10 tenaga kesehatan.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

“Seluruh titik rawan kami monitor. Akses dibuka, warga dievakuasi, dan kami bekerja non-stop menghadapi cuaca ekstrem,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebut Polda Sumut melakukan monitoring penuh.

“Kapolda memerintahkan seluruh jajaran bergerak cepat. Penanganan berjalan maksimal dan responsif,” ujarnya.

Polres Buka Posko & Tingkatkan Patroli Siaga Bencana

Melihat intensitas hujan yang masih tinggi, Polres Taput meningkatkan patroli siaga bencana dan membuka posko informasi untuk mempercepat penanganan serta layanan kepada masyarakat. (rel/sya)

Editor : Editor Satu
#banjir di taput #Longsor di Taput #polres taput