Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tirta Uli Butuh Rp40 Miliar Perbaiki Sambungan dan Cari Sumber Air Baru

Editor Satu • Rabu, 26 November 2025 | 13:05 WIB

 

RDP Dirut Perumda Air Minum Tirta Uli bersama Komisi II DPRD Pematangsiantar membahas kebutuhan anggaran perbaikan jaringan air.
RDP Dirut Perumda Air Minum Tirta Uli bersama Komisi II DPRD Pematangsiantar membahas kebutuhan anggaran perbaikan jaringan air.

SIANTAR, METRODAILY – Perumda Air Minum Tirta Uli Pematangsiantar menyatakan membutuhkan dana besar, sekitar Rp40 miliar, untuk memperbaiki sambungan air dan mencari sumber mata air baru.

Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Tirta Uli Arianto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Pematangsiantar, Senin (24/11) siang.

Dalam RDP yang digelar dalam rangka pembahasan Ranperda APBD TA 2026 tersebut, Arianto mengungkapkan bahwa pihaknya sempat berpeluang memperoleh bantuan permodalan dari pemerintah pusat. Namun rencana itu batal akibat kebijakan efisiensi.

Baca Juga: BPS Siantar Paparkan Cara Baca Data pada Mahasiswa Nommensen

“Kalau tidak ada efisiensi, harusnya kita dapat bantuan. Kota Pematangsiantar dan Nias sudah hampir dipastikan dapat tahun ini,” ujar Arianto.

Penyertaan Modal Rp10 M Masih Jauh dari Cukup

Arianto menjelaskan, penyertaan modal Rp10 miliar dari APBD 2025 yang diberikan Pemko Pematangsiantar hanya mampu menyelesaikan sebagian kebutuhan perbaikan jaringan perpipaan.

“Penyertaan modal itu masih untuk perpipaan. Kita belum bicara ke sumber air. Minimalnya kita butuh Rp40 miliar,” jelasnya.

Ia bahkan menyebut pihaknya hampir mendapatkan bantuan Rp40 miliar dari pusat.

“Hampir jadi kita dapat Rp40 miliar, tapi karena efisiensi itu tidak jadi,” tambahnya.

Baca Juga: Sepasang Kekasih Edarkan Sabu di Siantar, 421 Paket Siap Edar Disita

Dana Rp10 miliar yang tersedia saat ini, kata Arianto, hanya cukup untuk peremajaan perpipaan dan sambungan baru, belum dapat digunakan untuk eksplorasi sumber air baru.

“Daerah tinggi pasti akan belakangan mendapat layanan air. Minimal Rp25 miliar mungkin cukup untuk menambah satu sumber mata air,” ujarnya.

Bantahan Keras Soal Pegawai Terlibat Pengerjaan Proyek

Menanggapi tudingan anggota DPRD Darson Anggiat Rajagukguk terkait dugaan keterlibatan pegawai Tirta Uli dalam pengerjaan pipa, Arianto dengan tegas membantah.

“Untuk bekerja langsung, nggak. Tapi untuk pengawasan, iya. Kami bantu pengawasan di titik-titik vital sesuai mapping jaringan agar gangguan layanan tidak terlalu lama,” katanya.

Baca Juga: Bupati Anton Sisihkan 10% Gaji untuk Baznas

Anggota DPRD Komisi II Alfonso Sinaga meminta Tirta Uli lebih memperhatikan kualitas penutupan galian proyek revitalisasi pipa.

“Kalau sudah dikerjakan, ditutup betul-betul. Jangan menimbun sembarangan. Nggak nyaman bagi warga,” tegas Alfonso.
Arianto langsung menyatakan menerima masukan tersebut.

Dalam laporan kinerja, Perumda Air Minum Tirta Uli mencatat 79.083 sambungan pelanggan hingga Triwulan III 2025, meningkat dari 78.281 pada tahun sebelumnya. Perusahaan juga berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk audit keuangan. (net)

Editor : Editor Satu
#Perumda Tirta Uli Pematang Siantar