Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Banjir di Tapsel, Seratusan Rumah Terendam Hingga 1 Meter, Sekolah Libur Massal

Editor Satu • Selasa, 25 November 2025 | 12:40 WIB
Rumah warga di Sibara-bara, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, terendam banjir setelah Sungai Sangkunur meluap.
Rumah warga di Sibara-bara, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, terendam banjir setelah Sungai Sangkunur meluap.

TAPSEL, METRODAILY – Banjir kembali melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Setelah puluhan rumah di Lingkungan I Kelurahan Rianiate terendam, air kini meluas hingga menggenangi seratusan rumah di Sibara-bara, Dusun 2 Pardomuan dan Dusun 3 Setia Baru, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur.

Plt. Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap, mengatakan banjir yang terjadi sejak pukul 06.30 WIB pada Senin (24/11) itu disebabkan meluapnya Sungai (Aek) Sangkunur. Genangan air bervariasi, dengan titik terdalam mencapai sekitar satu meter.

“Ada sebanyak 160 kepala keluarga rumahnya terendam. Sekolah juga ikut terendam, sehingga anak-anak terpaksa diliburkan,” ujar Hasian.

Baca Juga: Murid Tempuh 10 Km ke Sekolah, Mantan Sekdes Bangun Akses Pendidikan di Sigalungon

Selain permukiman, sekitar 5 hektare lahan pertanian dan perkebunan warga turut terendam. Meski begitu, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Tapsel, Julkarnain Siregar, membenarkan bahwa banjir terjadi akibat luapan Sungai Batang Toru dan Sungai Sangkunur. Pendataan masih berlangsung di beberapa lokasi.

BPBD mencatat sedikitnya 86 rumah di Lingkungan I Rianiate terdampak banjir. Sementara di Desa Simataniari, laporan awal menyebut lima rumah sudah terdata, namun jumlah tersebut diperkirakan bertambah.

Baca Juga: Bersihkan Lahan, Polres Tanjungbalai Bakal Tanam Jagung di Lahan Satu Hektare

“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Cuaca belakangan ini ekstrem, jadi warga di wilayah rawan bencana diimbau untuk tetap waspada,” ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Sumatera Utara melalui Kepala BMKG, Hendra Nugroho, sebelumnya telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem pada 22–27 November 2025. BMKG meminta masyarakat mewaspadai banjir, banjir bandang, serta ancaman longsor, terutama di daerah alur sungai dan perbukitan.

Hingga berita ini diterbitkan, BPBD Tapsel masih melakukan pendataan dan menyiapkan bantuan darurat bagi warga terdampak. (ant)

Editor : Editor Satu
#sekolah libur #banjir di tapsel