SIANTAR, METRODAILY – Pelaksanaan Operasi Katarak Gratis PT Agincourt Resources (PTAR) di RS Mata Siantar pada Sabtu (22/11/2025) membludak.
Jumlah pendaftar melampaui target sehingga sebagian peserta terpaksa dijadwalkan ulang atau dialihkan ke Medan. Dalam satu hari, 147 mata berhasil dioperasi, termasuk operasi dua mata pada enam pasien. Tahapan operasi berlangsung sejak 21-23 November.
Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, mengatakan antusiasme masyarakat tahun ini luar biasa. Dari target 300 mata untuk lokasi Siantar, pendaftar tembus jauh di atas kuota.
“Kuota dan kapasitas dokter sudah penuh. Sebagian peserta harus dijadwalkan ulang besok atau dialihkan ke Medan. Kami bersyukur antusiasme masyarakat semakin tinggi setiap tahun,” ujarnya.
Target Tahun Ini 1.400 Mata, Sudah 900-an Terealisasi
Tahun 2025, PTAR menargetkan 1.400 mata di lima kabupaten/kota. Hingga penyelenggaraan di Siantar, sudah sekitar 900-an mata yang dioperasi.
Christine menyebut masyarakat semakin mengenal manfaat program ini, baik dari sisi kualitas maupun dampak langsung ke kehidupan pasien.
Program Operasi Katarak Gratis 2025 digelar berurutan di lima rumah sakit, dimulai dari Tapanuli Selatan hingga Medan:
-
RS Bhayangkara Batang Toru (Tapanuli Selatan) – 26–28 September 2025
357 mata berhasil dioperasi. -
RS Bhayangkara Batang Toru (lanjutan) – 3–5 Oktober 2025
-
RSUD Pandan (Tapanuli Tengah) – 17–19 Oktober 2025
-
RSUD Sipirok (Tapanuli Selatan) – 24–26 Oktober 2025
-
RS Mata Siantar – 21–23 November 2025
Hari kedua 22 November mencatat 147 mata dioperasi.
Selanjutnya, seluruh rangkaian akan ditutup di RS Mata Mencirim 77 Medan pada 29–30 November 2025.
Jemput Bola hingga Pelosok
PTAR menerapkan sistem penjangkauan aktif bersama koordinator daerah. Petugas turun ke desa-desa, memeriksa calon pasien, dan membantu mobilisasi menuju rumah sakit.
"PTAR bekerjasama dengan RS Mata 77 untuk menjangkau pasien hingga ke pelosok. Juga bekerjasama dengan Puskesmas," katanya.
Banyak pasien dijemput dari pelosok agar tidak salah diagnosis dan tidak perlu datang jauh-jauh jika bukan katarak. "Koordinator juga membantu mengantar pulang bersama-sama,” jelas Christine.
Dampak Besar untuk Lansia, Pekerja Produktif, hingga Anak-anak
Sebagian besar pasien adalah lansia, namun ditemukan pula pasien usia produktif bahkan anak-anak. Christine menyebut pernah menangani pasien berusia 4 tahun yang sudah mengalami katarak.
“Jika usia produktif kembali bisa melihat, dampaknya langsung terasa pada pendapatan dan aktivitas keluarga,” katanya.
Banyak testimoni pasien yang diterima oleh PTAR setiap kali penyelenggaraan operasi selesai digelar.
Banyak testimoni pasien yang diterima oleh PTAR setiap kali penyelenggaraan operasi selesai digelar. "
"Sejak 2011 hingga 2024, PTAR telah mengoperasi 12.173 mata dari 10.684 pasien. Dampak sosial dan ekonomi program ini diakui masyarakat, dari petani, pedagang, guru mengaji, hingga ibu rumah tangga yang bisa kembali bekerja dan beraktivitas normal.
Christine menyebut mayoritas testimoni mengatakan kualitas hidup mereka meningkat drastis setelah operasi.
PTAR membuka peluang memperluas layanan kesehatan gratis lainnya, termasuk operasi atau pengobatan untuk masyarakat terpencil, sesuai kebutuhan lapangan. (Mea)
Editor : Editor Satu