Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

70 Anak Terjangkit TB di Madina, Pemkab Siapkan Langkah Darurat

Editor Satu • Jumat, 21 November 2025 | 13:00 WIB
Pulau Jawa menjadi wilayah dengan kasus TBC terbanyak di Indonesia. Disusul Sumatera Utara (Sumut) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pulau Jawa menjadi wilayah dengan kasus TBC terbanyak di Indonesia. Disusul Sumatera Utara (Sumut) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

MADINA, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memperingatkan lonjakan kasus Tuberkulosis (TB) pada anak setelah ditemukan 70 kasus TB, termasuk tiga anak yang mengalami tengkes (stunting).

Temuan ini menegaskan perlunya penguatan koordinasi lintas sektor untuk mengejar target Eliminasi TB 2030 dan percepatan penurunan stunting.

Peringatan tersebut disampaikan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, saat membuka Rakor Penanggulangan TB Menuju Eliminasi 2030 dan Monitoring Evaluasi Pencegahan & Penurunan Stunting di Aula Kantor Bupati Madina, Payaloting, Kamis (20/11).

Baca Juga: Hari Bakti Kemenimipas Pertama di Psp: Wawako: Sinergi atau Tertinggal!

Atika menegaskan bahwa keberhasilan dua program prioritas ini tidak bisa dibebankan hanya pada satu instansi.

“Kesuksesan itu kuncinya kolaborasi lintas sektoral. Tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan, camat, DPPKB, atau puskesmas. Semua harus berperan,” tegasnya.

Wabup juga menyoroti masih kuatnya stigma terhadap penderita TB, terutama anak. Ia meminta edukasi masyarakat terus diperkuat agar tidak ada lagi pengucilan terhadap pasien TB.

“Masih ada kekhawatiran masyarakat seolah penderita TB harus diasingkan. Ini harus diubah,” katanya.

Baca Juga: Hari ke-3 Ops Zebra Toba 2025: Polres Tanjungbalai Tegur 120 Pengendara

Selain itu, ia menyoroti lemahnya pelaporan program TB dan stunting. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan, namun tidak masuk ke sistem pelaporan resmi.

“Sering pekerjaan sudah selesai dan dilaporkan ke pimpinan, tetapi tidak masuk ke sistem. Ini yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Di hadapan peserta yang terdiri dari seluruh camat, kepala puskesmas, 15 klinik, 20 praktik dokter mandiri, dan 15 bidan praktik mandiri, Atika berharap rakor dapat menghasilkan rencana tindak lanjut yang terukur dan inovatif.

Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr. Muhammad Faisal Situmorang, melaporkan temuan 70 kasus anak penderita TB, di mana tiga di antaranya juga mengalami tengkes. Ia menyebut kedua kondisi tersebut sering saling berkaitan dan menuntut penanganan terpadu.

Baca Juga: Ombudsman RI Kunjungi Tanjungbalai, Wali Kota Ungkap Anggaran & Program Makan Gratis

“Dua hal ini saling berhubungan dan bisa diselaraskan melalui koordinasi yang diperkuat dalam rakor hari ini,” jelasnya.

Pemkab Madina menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan eliminasi TB dan penurunan angka tengkes secara signifikan di wilayah tersebut. (ant)

Editor : Editor Satu
#TB di Madina #tuberkulosis #tb