PALUTA, METRODAILY – Sebanyak 65 balita berisiko stunting di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan intervensi gizi yang digelar Tim Penggerak PKK Paluta, Selasa (18/11).
Penyaluran dilakukan di Desa Pagaran Tonga, Kecamatan Padang Bolak, serta Desa Pangirkiran, Kecamatan Halongonan, menyasar balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan.
Dari total penerima, 55 balita berasal dari Kecamatan Halongonan, sedangkan 10 balita dari Kecamatan Padang Bolak. PMT diberikan menggunakan bahan pangan lokal sebagai langkah memperbaiki status gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan keluarga.
Baca Juga: Redam Inflasi, Pemkab Paluta Tanam Perdana Cabai Merah
Ketua TP PKK Paluta, Ny. Refina Reski Basyah Harahap, menegaskan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat pencegahan stunting sejak dini.
“PMT ini diberikan selama 60 hari berturut-turut dan dimulai serentak sejak 1 November 2025. Kami berharap bantuan ini benar-benar mendukung peningkatan gizi balita,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dedi Julhadi Hasibuan, mengatakan balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan harus mendapat perhatian serius karena dapat menjadi indikator awal risiko stunting bila tidak ditangani.
Baca Juga: Anggaran Asahan 2026 Dipotong Rp247 Miliar, Proyek Strategis Terancam Ditunda
Untuk itu, Dinas Kesehatan terus memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif melalui puskesmas dan posyandu.
Selain PMT, PKK juga memberikan bantuan stimulan berupa makanan bergizi dan melakukan penyuluhan kepada para orang tua mengenai pola asuh serta tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt Kadis Kesehatan Paluta Maralobi Siregar, Camat Padang Bolak, Camat Halongonan, kepala puskesmas, kader PKK, serta para ibu balita. (net)
Editor : Editor Satu