MEDAN, METRODAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Ketidakstabilan cuaca dipicu tingginya curah hujan dan aktivitas atmosfer yang meningkat jelang akhir tahun.
Kepala BBMKG Wilayah I Sumut, Hendro Nugroho, Senin (17/11), menyampaikan bahwa curah hujan tertinggi tercatat mencapai 72 mm di Gunung Tua pada 16 November 2025.
Kondisi ini dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, yang diprakirakan masih berlangsung hingga Desember 2025 sehingga menambah pasokan uap air, khususnya di pantai barat Sumut.
Baca Juga: Operasi Zebra Toba 2025, Polres Siantar Gelar Pasukan
Selain IOD negatif, Hendro menegaskan gelombang atmosfer juga masih aktif di Sumut, sehingga turut memperkuat pembentukan awan hujan.
Berdasarkan analisis pola angin pada ketinggian 3.000 feet tanggal 17 November 2025, terdapat pusat tekanan rendah di Selat Karimata yang memicu belokan angin dan membawa angin baratan kuat ke wilayah Sumut. Kondisi konvergensi ini meningkatkan potensi tumbuhnya awan-awan hujan.
“Hal tersebut menambah aktivitas awan-awan hujan di Sumatera Utara,” jelas Hendro.
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di banyak wilayah selama tujuh hari ke depan. Daerah terdampak antara lain:
Baca Juga: 3 Pengedar Sabu Ditangkap di Gang Pulau Batu, 45 Paket Diamankan
Kabupaten/Kota:
Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Langkat, Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo, Dairi, Simalungun, Pematangsiantar, Pakpak Bharat, dan Humbang Hasundutan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.
“Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan,” tegas Hendro. (dtc)