SIMALUNGUN, METRODAILY – Operasi penyelamatan dramatis berlangsung tengah malam di Gunung Simbolon, Kecamatan Panombeian Panei, Simalungun, setelah lima siswa SMA dilaporkan hilang saat mendaki pada Minggu (16/11).
Berkat koordinasi cepat lintas instansi, seluruh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, laporan awal diterima pada Minggu malam sekitar pukul 20.15 WIB dari Pangulu Nagori Dolok Maraja yang melaporkan lima warganya—seluruhnya pelajar SMA—tidak kembali setelah mendaki Gunung Simbolon.
Baca Juga: Dibeli Rp2,5 Triliun tapi Baru Cetak 1 Gol, Alexander Isak Frustrasi Dihantam Cedera
Kapolsek Serbelawan Iptu Gunawan Sembiring langsung mengaktifkan respons cepat. Menyadari lokasi kejadian berada di wilayah Panombeian Panei, ia segera berkoordinasi dengan Kapolsek Panei Tongah, Camat Tapian Dolok, Camat Panombeian Panei, serta BPBD Simalungun.
Pada pukul 21.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Serbelawan, Polsek Panei Tongah, Babinsa Koramil Serbelawan, aparat desa, dan BPBD bergerak menuju Dusun Kampung Baru. Tim tiba sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung menggali informasi dari warga setempat.
Dari keterangan warga, diketahui para pelajar menitipkan tiga sepeda motor kepada seorang warga bernama Apan Sidauruk sebelum mulai mendaki. Apan sempat mengingatkan mereka agar berhati-hati karena jalur pendakian cukup berbahaya jika hari mulai gelap.
Baca Juga: Pohon Tersangkut Truk Kontainer di Siantar, Lalin Sempat Macet
Situasi makin genting ketika salah satu orang tua menerima panggilan WhatsApp pada pukul 18.28 WIB, berisi permintaan tolong dari anaknya yang mengaku tersesat di area gunung.
Tim SAR gabungan bersama empat warga—Alex Pauli Siburian, Imanuel Sidabutar, Darwin Sitinjak, dan Hermon Sidabutar—kemudian menyusuri jalur pendakian. Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 00.00 WIB. Kelima siswa ditemukan dalam keadaan selamat meski kelelahan.
Para siswa tersebut yaitu Diaz Hasanul Ahda, Dwi Zikri Afrizal, Roby Hafiz Daulay, Bima Azwan Khairy, dan Mahendra, seluruhnya berusia 17 tahun dan berasal dari sekolah di Pematangsiantar dan Simalungun.
Baca Juga: Puncak Mudik Nataru Diprediksi 21 Desember, Penumpang Tembus 5 Juta OrangBaca Juga: Puncak Mudik Nataru Diprediksi 21 Desember, Penumpang Tembus 5 Juta Orang
“Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh pelajar tiba kembali di Dusun Kampung Baru dan langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing dalam kondisi sehat,” ujar Verry Purba.
Sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada tim penyelamat, keluarga korban menggelar prosesi boras tenger (beras kuning).
Menurut Verry, keberhasilan Operasi SAR ini menunjukkan kesiapsiagaan Polsek Serbelawan dan kuatnya koordinasi lintas instansi. “Soliditas Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama penyelamatan kelima pelajar tersebut,” tegasnya. (rel)
Editor : Editor Satu