LABUHANBATU, METRODAILY – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Panai Tengah di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, menuai keprihatinan publik.
Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan empat ruang belajar sekolah ini rusak parah: lantai retak, asbes dan seng bolong, dinding mengelupas, serta pintu dan jendela yang nyaris roboh.
Sekolah yang menampung 135 siswa ini disebut sudah rusak sejak 2019, namun hingga kini perbaikan belum sepenuhnya dilakukan.
Aktivis Pemuda Pesisir, Edi Syahputra, yang merekam kondisi sekolah, menyampaikan keprihatinannya:
“Saya langsung turun ke sekolah melihat kondisi ruang belajar yang sangat tidak layak digunakan. Dari lantai, dinding, asbes hingga seng rusak parah. Miris, di tahun 2025 masih ada sekolah seperti ini,” ujar Edi, Rabu (12/11/2025).
Edi mendesak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk segera meninjau sekolah yang rusak dan memeriksa penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).
“Pemkab Labuhanbatu harus turun langsung untuk melihat kondisi sekolah. Pastikan juga dana BOS disalurkan dengan tepat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa perbaikan SDN 22 Panai Tengah sudah direncanakan dan akan dilaksanakan pada tahun 2025.
“Perbaikan SDN 22 Panai Tengah sudah masuk anggaran APBD 2025 dan segera dikerjakan,” ujarnya.
Kondisi SDN 22 Panai Tengah menjadi pengingat serius bahwa masih banyak sekolah di Indonesia yang membutuhkan perhatian agar fasilitas pendidikan layak dan aman untuk belajar. (net)
Editor : Editor Satu