MEDAN, METRODAILY – Sekitar seribuan massa menggelar aksi di kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Pemerintah Provinsi Sumut berjanji akan menjadwalkan kunjungan ke Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, salah satu lokasi konflik terkait TPL.
Pj Sekda Sumut, Sulaiman Harahap, menyatakan rencana kunjungan ini tertuang dalam surat pernyataan resmi yang ditandatanganinya dan telah disepakati oleh perwakilan massa aksi.
Baca Juga: Truk Tabrak Vixion di Tapian Dolok, Warga Tebing Tinggi Meninggal Dunia
“Kami membuat surat pernyataan bahwa dalam rangkaian aksi damai ini, akan menyampaikan kepada Bapak Gubernur Sumut untuk menjadwalkan secepatnya kunjungan ke lokasi Sihaporas,” kata Sulaiman, Senin (10/11).
Setelah kunjungan ke lapangan, rencananya akan ada pertemuan lanjutan antara Gubernur Sumut Bobby Nasution dan perwakilan massa aksi dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis.
Sekretaris Sekber, Pdt Robinsar Siregar, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut aksi dan menegaskan bahwa perjuangan menutup PT TPL belum selesai.
Baca Juga: Satu Rumah PNS di Bangun Simalungun Terbakar, Kerugian Rp700 Juta
“Perjuangan kita belum selesai, masih harus dilanjutkan. Kami tidak akan mundur. Sumut tidak akan kita biarkan rusak dan hancur oleh PT TPL, sejengkal pun tidak akan kita biarkan,” tegas Robinsar.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumut, Surya, sempat menemui massa aksi. Namun, mereka menolak dan menuntut Gubernur Bobby Nasution hadir langsung.
Surya menjelaskan bahwa Bobby sedang berada di Jakarta untuk acara Hari Pahlawan dan mendampingi keluarga penerima gelar Pahlawan Nasional, serta berjanji akan menjadwalkan pertemuan.
Baca Juga: 344 Peserta Perebutkan Rp34 Juta di Turnamen Badminton KONI Cup Piala Kapolres Siantar
“Bapak Gubernur saat ini berada di istana dalam rangka Hari Pahlawan, beliau mendampingi keluarga penerima gelar pahlawan. Namun, kami akan menjadwalkan pertemuan dengan massa aksi,” jelas Surya.
Massa aksi akhirnya meninggalkan lokasi setelah menerima kesepakatan bahwa Pemprov akan melakukan kunjungan lapangan dan menindaklanjuti tuntutan mereka secara resmi.
Aksi ini menegaskan tekanan publik yang kuat terhadap PT TPL dan sorotan serius masyarakat terhadap isu keadilan ekologis di Sumut, khususnya di wilayah Tapanuli. (bbs)
Editor : Editor Satu