MEDAN, METRODAILY – Makanan Bergizi (MBG) untuk anak sekolah di Sumatera Utara (Sumut) kini lebih aman berkat penerapan protokol ketat dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meski sepanjang 2025 tercatat empat kasus keracunan ringan, langkah mitigasi dan pelatihan intensif memastikan risiko minimal.
Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Sumut, Novita R Saragih, menegaskan, SOP dapur dan protokol bahan baku menjadi fokus utama pengawasan.
Baca Juga: Indonesia Terancam Gempa Dahsyat & Tsunami, 3 Zona Megathrust Siap Pecah
“Kapasitas dapur boleh besar. tapi jika pengolah tidak memahami produksi pangan yang baik, risiko tetap ada. Semua pengolah harus dilatih dan memiliki sertifikat higienis,” ujarnya.
Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan 50 orang, sebagian besar pengolah baru, dilatih menyeluruh mulai dari pemilihan bahan baku, higienitas alat dan air, proses masak, penyajian, hingga pengelolaan limbah.
“Jika bahan baku tercemar atau proses masak tidak sesuai SOP, mikroba seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Bacillus bisa muncul. Protokol ini mencegah risiko tersebut,” jelas Novita.
Baca Juga: Pemko Psp Peringati Hari Pahlawan 2025, Plt Sekda Jadi Inspektur Upacara
BPOM Medan terlibat dalam pengawasan dengan melakukan uji laboratorium dan inspeksi lapangan. Semua dapur wajib mematuhi SOP ketat. Pelanggaran SOP bisa berujung pada penutupan sementara dapur.
Kepala Kantor Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, menambahkan, MBG dirancang memenuhi 2.100 kalori per hari, dengan satu porsi makan sekitar 300–350 kkal bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA.
“Protokol produksi pangan yang baik harus dikuasai pengolah. Dapur bisa ditutup bila SOP tidak dipenuhi,” ujarnya.
Pelatihan pengolah mencakup pemilihan bahan baku, kebersihan tangan dan alat, pengolahan makanan massal, hingga manajemen limbah. Sertifikat higienis diberikan setelah peserta lulus pelatihan dan memahami seluruh SOP.
Baca Juga: 50 Keluarga Tapsel Dapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya 2025
Pemprov Sumut menyiapkan anggaran hingga 2029 untuk pengawasan, pelatihan, dan implementasi SOP. Sekolah negeri dan swasta ikut diawasi, meski tidak semua sekolah mengikuti program MBG. Komite pengawas memastikan makanan yang disajikan aman, higienis, dan bergizi, dari dapur hingga meja anak.
“Fokus kami adalah protokol dan SOP. Tanpa itu, kapasitas dapur besar pun tidak ada gunanya. Mitigasi kasus keracunan menjadi pengalaman memperkuat produksi pangan yang benar,” ujar Novita.
Kolaborasi lintas sektor antara Pemprov, BPOM, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan laboratorium memastikan MBG di Sumut terjamin higienis dan aman, sekaligus menciptakan budaya disiplin produksi pangan di sekolah. (rel)
Editor : Editor Satu