Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

21 Dapur SPPG di Taput Resmi Beroperasi, Bupati Targetkan Layani Semua Penerima Manfaat

Editor Satu • Senin, 10 November 2025 | 13:40 WIB

 

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, meresmikan Dapur SPPG Marsiurupan di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11/2025).
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, meresmikan Dapur SPPG Marsiurupan di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11/2025).

TAPUT, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, menargetkan seluruh penerima manfaat program MBG (Makanan Bergizi) dapat terlayani pada tahun 2025.

Program ini rencananya akan diperluas tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga bayi baru lahir, ibu hamil, dan kelompok rentan gizi.

Hal ini disampaikan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, saat meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marsiurupan di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11).

“Setelah mempertimbangkan eksistensi dapur SPPG yang telah beroperasi saat ini, kita menargetkan tahun 2025 akan dapat melayani seluruh penerima manfaat,” ujar Bupati.

Tercatat, saat ini jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di Taput mencapai 21 unit, yang masih fokus melayani anak-anak sekolah. Diperkirakan, dibutuhkan 30–35 dapur agar seluruh penerima manfaat dapat terlayani.

Bupati JTP Hutabarat menegaskan, pelaksanaan program MBG melalui dapur SPPG merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Ia menekankan pentingnya kualitas makanan bergizi, bukan sekadar kuantitas, untuk menciptakan Generasi Emas 2045.

Selain itu, Bupati mengingatkan agar pengelolaan SPPG Marsiurupan dan seluruh SPPG di Taput mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal.

“Saya titip pesan kepada SPPG Marsiurupan, manfaatkan dana yang akan berputar sekitar Rp30 juta per hari ini untuk membeli hasil pertanian dan bahan pangan dari masyarakat sekitar. Tidak perlu belanja dari luar Pahae. Berdayakan petani, koperasi desa, dan pelaku UMKM agar ekonomi lokal ikut tumbuh,” ujarnya.

Bupati menekankan, keberadaan SPPG harus memberikan dua dampak utama: pemenuhan gizi anak-anak dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar.

Perputaran dana harian yang cukup besar diharapkan menimbulkan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan di Kecamatan Pahae Julu dan sekitarnya.

Selain aspek ekonomi, Bupati juga menekankan kebersihan dan higienitas dapur serta makanan. Pemkab Taput telah membentuk Satgas khusus untuk membantu menelaah aspek higienitas di seluruh SPPG.

“Saya titip pesan kepada semua yang bekerja di SPPG untuk menjaga kebersihan dan lakukan yang terbaik, karena penerima manfaat adalah masyarakat kita sendiri. Satgas hadir untuk membantu memastikan standar higienitas terpenuhi, bukan untuk menghalangi,” tutupnya.

Turut hadir pada peresmian antara lain Ketua TP PKK, Neny Angelina JTP Hutabarat, Anggota DPRD Taput, Oki Sibarani, Asisten Pemerintahan dan Kesra Bahal Simanjuntak, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya. (Net)

 

Editor : Editor Satu
#Makan Bergizi Gratis #bupati taput #SPPG