SIMALUNGUN, METRODAILY – Proyek Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 4 segmen Sinaksak–Simpang Panei kini memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 99,19 persen.
Ruas sepanjang 13 kilometer itu ditargetkan beroperasi penuh pada 2026, namun sudah direncanakan bisa difungsikan sementara pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita, Dindin Solakhudin, menyebut kehadiran tol ini akan memangkas signifikan waktu tempuh menuju kawasan Danau Toba.
“Jika seluruh ruas Kutepat selesai, perjalanan dari Medan ke Danau Toba yang semula 6 jam menjadi hanya 2 jam,” ucapnya, Senin (…).
Ruas Sinaksak–Simpang Panei melengkapi jaringan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat), proyek strategis nasional yang menghubungkan kawasan industri Kuala Tanjung, sentra penduduk, hingga destinasi wisata internasional Danau Toba.
Sebelumnya, ruas Tebing Tinggi–Dolok Merawan–Sinaksak sepanjang 90,63 km telah lebih dahulu beroperasi. Dengan rampungnya segmen terbaru ini, konektivitas menuju kawasan Danau Toba semakin terbuka.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyambut baik progres pembangunan tersebut.
“Tol ini diharapkan memangkas waktu tempuh sektor logistik dan mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru,” ujar Dody.
Dorong Ekonomi Simalungun dan Sekitarnya
Pembangunan tol di Kabupaten Simalungun dinilai strategis karena daerah itu memiliki tingkat kepadatan penduduk hingga 231,99 jiwa/km² serta UMK 2025 sebesar Rp3.088.851, mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat.
Ruas baru ini diharapkan memperlancar mobilitas warga, mempercepat arus logistik, serta mendongkrak potensi wisata Danau Toba dan ekonomi lokal, mulai dari perdagangan hingga pariwisata dan industri penunjang.
Tol Kutepat diproyeksikan menjadi penggerak utama transformasi ekonomi Sumatera Utara, mendorong persebaran investasi ke wilayah pinggiran seperti Simalungun, Pematangsiantar hingga Parapat. (Net)