ASAHAN, METRODAILY — Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Budi Utomo, Kisaran Timur, mendatangi Kantor Bupati Asahan, Selasa (4/11/2025).
Mereka menuntut solusi atas rencana penertiban lapak terkait proyek pelebaran jalan menjadi dua jalur.
Para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima (PPKL) Kabupaten Asahan meminta pemerintah tidak hanya menggusur, namun memberikan lokasi relokasi yang layak untuk tetap berjualan.
“Kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya ingin tempat yang layak untuk berjualan agar tetap bisa mencari nafkah,” kata Koordinator Aksi, Alex Margolang.
Selain meminta kepastian lokasi relokasi, pedagang juga mempertanyakan aliran retribusi Rp2.000 per hari yang selama ini dipungut dari mereka.
Mereka menduga pungutan tersebut tidak masuk ke kas daerah sehingga berpotensi menjadi pungutan liar.
Aksi tersebut mendapat respons pemerintah. Wakil Bupati Asahan, Rianto, turun menemui massa. Ia menjelaskan bahwa penertiban merupakan bagian dari proyek pelebaran jalan untuk mendukung program nasional pada 2026.
“Bagian tanah pelepasan HGU yang selama ini dipakai para pedagang akan digunakan untuk pelebaran jalan menjadi dua ruas,” ujar Rianto.
Menurutnya, kawasan tersebut nantinya akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas pendidikan pemerintah pusat, antara lain Sekolah Rakyat, MAN Insan Cendekia, dan Universitas Muhammadiyah.
Pemkab Asahan, kata Rianto, tengah menyiapkan lokasi relokasi bagi PKL di sekitar Stadion Mutiara Kisaran yang akan ditata sebagai pusat kuliner rakyat.
“Saat ini sedang disiapkan lahan di kawasan Stadion Mutiara Kisaran. Akan ditata rapi agar layak untuk pedagang,” ucapnya.
Meski telah mendapat penjelasan, para pedagang berharap pemerintah benar-benar menyediakan tempat yang memadai dan tidak hanya menyampaikan janji. Usai menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib. (Net)
Editor : Editor Satu