TAPTENG, METRODAILY – Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani menantang Bupati Tapteng saat ini, Masinton Pasaribu, untuk melakukan debat terbuka terkait proyek pembangunan Kantor Bupati Tapteng.
Tantangan itu disampaikan Bakhtiar setelah muncul isu dugaan korupsi dalam proses pembangunan kantor tersebut.
Dalam pernyataan tertulis pada Minggu (2/11/2025), Bakhtiar menegaskan dirinya siap berdebat secara langsung di media nasional maupun lokal guna membahas proyek yang dibangun pada masa kepemimpinannya.
“Kami mengajak debat secara live Bupati Tapteng Masinton Pasaribu atau siapapun terkait pembangunan kantor ini,” ujar Bakhtiar.
Menurut Bakhtiar, isu korupsi memicu sekelompok warga melakukan aksi demonstrasi. Ia menilai para demonstran tidak mengetahui kondisi pembangunan di lapangan.
“Ajak ke kantor bupati, lihat langsung. Di dalam sudah hampir selesai dan sudah bisa dipakai. Bahkan BPK menyampaikan untuk menggunakannya,” katanya.
Bakhtiar menegaskan proyek tersebut telah melalui proses evaluasi dan audit resmi, baik oleh Pemerintah Provinsi Sumut maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Anggarannya sudah dievaluasi Pemprov Sumut dan diaudit BPK. DPRD itu bukan auditor, yang auditor adalah BPK dan BPKP,” tegasnya.
Bakhtiar menduga isu korupsi yang berkembang merupakan upaya penggiringan opini yang dilakukan pihak tertentu untuk kepentingan tertentu.
“Kami berharap ini bukan skenario orang-orang yang ingin mencuri uang di Tapteng dengan menuduh orang lain koruptor,” ujarnya.
Ia menjelaskan proses pembangunan dimulai tahun 2020, diusulkan ke DPRD dan dilanjutkan pada 2021. Berdasarkan audit BPK, kontraktor diminta mengembalikan sejumlah dana sesuai ketentuan.
Ia juga menyebut laporan dugaan korupsi yang pernah masuk ke polisi tidak terbukti.
“Polres turun, digelar di Wasidik Polda Sumut, dan dinyatakan tidak ditemukan apapun,” tambahnya.
Proyek itu, menurut Bakhtiar, juga sempat dilanjutkan Pj Bupati Tapteng. Ia pun mempertanyakan sikap Bupati Masinton yang kini tidak melanjutkan proyek tersebut dan justru memunculkan isu korupsi. (Net)