Massa Desak DPRD Tapteng Bentuk Pansus Kantor Bupati Mangkrak, Ricuh Pecah
Editor Satu• Senin, 3 November 2025 | 14:08 WIB
Massa Gerakan Tapteng Untuk Perubahan menggelar aksi di depan Kantor DPRD Tapteng, Jalan Raja Junjungan Lubis, Pandan, Jumat (31/10/2025) siang.
TAPTENG, METRODAILY — Ribuan massa Gerakan Tapteng Untuk Perubahan menggeruduk Kantor DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) di Jalan Raja Junjungan Lubis, Pandan, Jumat (31/10/2025).
Mereka menuntut DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut proyek pembangunan Kantor Bupati Tapteng yang hingga kini mangkrak meski menelan anggaran puluhan miliar rupiah.
Massa menilai ada potensi penyimpangan dan kelalaian dalam proyek multiyears tersebut, sehingga perlu diaudit secara transparan dan ditindaklanjuti secara hukum. Mereka juga menuntut pertanggungjawaban dari pihak eksekutif dan kontraktor.
“Ketua DPRD segera bentuk Pansus Kantor Bupati Tapteng yang mangkrak. Jangan diam,” seru Putra, orator aksi.
Massa bersikeras tuntutan harus diterima langsung oleh Ketua DPRD Tapteng, Ahmad Rivai Sibarani. Namun hingga beberapa waktu, Ketua DPRD tak hadir, memicu ketegangan. Perwakilan massa kemudian diizinkan masuk untuk berdialog.
Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Abdul Basir Situmeang, menegaskan proyek tersebut sudah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
DPRD Tolak Bentuk Pansus
Setelah dialog berlangsung, DPRD Tapteng menolak pembentukan Pansus. Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Abdul Basir Situmeang, menegaskan proyek tersebut sudah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Bapak tidak bisa intervensi kami untuk pansus, jangan paksa-paksa kami,” tegasnya.
Anggota DPRD lainnya, Hardiono Tarihoran, menilai proyek belum selesai bukan berarti mangkrak karena anggaran Rp130 miliar belum sepenuhnya dialokasikan. Hingga kini baru terealisasi sekitar Rp84 miliar.
Meski demikian, perwakilan massa tetap ngotot agar DPRD membentuk Pansus sebagai bentuk pengawasan publik. Tak tercapai kesepakatan, massa membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB.
Bentrok Pecah, Polisi Kerahkan Water Cannon
Sebelum aksi di DPRD, massa sempat bentrok dengan sekelompok warga di depan rumah mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani. Ketegangan dipicu provokasi dan dugaan pemukulan terhadap peserta aksi.
Situasi memanas saat batu dilemparkan ke arah pengunjuk rasa. Massa membalas, hingga aksi lempar batu pecah di jalan. Polisi dan TNI mengerahkan water cannon untuk memukul mundur massa.
Beberapa orang dari kedua kubu mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Insiden makin panas setelah Anggota DPRD Sumut dari Partai NasDem, Rahmansyah Sibarani, terekam kamera melempar batu ke arah massa.
Tuntutan Massa
Mendesak DPRD bentuk Pansus penyelidikan proyek kantor bupati
Audit investigatif oleh BPK dan APIP
Pertanggungjawaban eksekutif dan kontraktor
Pengawasan ketat proyek strategis daerah
Penolakan penundaan penyelesaian proyek
Transparansi hasil audit dan penggunaan anggaran. (Ztm)