LABUHANBATU, METRODAILY - Pengurus Infaq Pasar Gelugur Rantauprapat kembali menyantuni anak-anak yatim piatu. Kali ini giliran anak yatim piatu yang berdomisili di Kelurahan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu yang mendapatkan santunan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Urung Kompas pada Jum'at (31/11/2025) itu, berjalan dengan tertib, dan penuh khidmat.
Ketua pengurus Infaq Pasar Gelugur Rantauprapat H Filly Pohan mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulannya secara bergiliran di setiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Rantau Utara dan Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu.
Acara ini merupakan kegiatan yang ke 79 kalinya. Sebelumnya, pemberian santunan dilakukan kepada anak-anak yatim piatu di Kelurahan Bakaran Batu.
"Hari ini, ada sebanyak 94 orang anak yatim piatu yang mendapatkan santunan berupa uang tunai. Masing-masing sebesar Rp 400 ribu dengan total Rp 37.600.000," ujarnya seusai acara.
H Filly mengungkapkan, uang santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim piatu yang tersebut merupakan uang Infaq dan sedekah dari para pedagang yang terkumpul melalui kotak yang tersedia di sejumlah titik di dalam pasar Gelugur Rantauprapat.
"Adapun untuk dari kotak infaq yang berhasil terkumpul selama bulan September 2025 sebesar Rp 30.735.000," ungkapnya.
Para pengurus kotak infaq pasar Gelugur Rantauprapat mengucap terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pedagang dan para dermawan yang telah memperhatikan dan peduli terhadap anak yatim.
"Semoga kemurahan hari para dermawan mendapatkan balasan yang baik oleh Allah Subahanallahu wa taala di akhirat kelak," tandas H Filly.
Adapun pengurus kotak infaq pasar Gelugur Rantauprapat saat ini yaitu, H Filly Pohan (pedagang ayam potong) sebagai ketua. Kemudian, H Nil Fauzan (pedagang ikan), H Ucok Harahap (pedagang daging sapi) dan M Yani Ginting (pedagang kerang). Selanjutnya, Torkis Siregar, Salman Siregar serta Teza Rinaldy Siregar.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan ceramah singkat agama islam dan ditutup dengan doa bersama yang dibawakan oleh ustad Samsudin SAg.
Diantara ceramah singkatnya, ustad mengajak umat muslim untuk menyayangi dan mengasihi anak-anak yatim.
Ustad, mengungkapkan bahwa dunia ini berdiri atas empat pilar utama yakni, ilmunya para ulama, keadilan para pemimpin, keikhlasan hati, dan keyakinan dalam berbuat kebaikan.
Menurutnya, apabila salah satu pilar itu runtuh, maka goyahlah kehidupan manusia.
“Oleh karena itu, mari kita jaga keempat hal itu dalam diri dan lingkungan kita. Di dunia, banyak di antara kita yang Allah limpahkan rezeki dan kemudahan hidup. Namun tidak sedikit pula yang masih membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang,” katanya.
“Kekayaan sejati bukanlah seberapa banyak harta yang kita miliki, tetapi seberapa banyak kebaikan yang kita berikan kepada sesama,”.
"Hari ini, melalui kegiatan santunan anak yatim ini, kita diajak untuk berbagi kasih dan kebahagiaan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi menjadi kebiasaan mulia yang terus kita lakukan. Setidaknya sekali sebulan sebagai wujud syukur atas nikmat Allah Subahanallahu wa taala," tutup ustad Samsudin. (Bud)
Editor : Metro-Esa