Publik Pertanyakan Proses Seleksi Pejabat Tinggi di Tapanuli Tengah
TAPTENG, METRODAILY – Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kini menjadi sorotan publik setelah beredarnya foto seorang pria mirip salah satu kandidat di media sosial.
Foto yang diunggah di akun Facebook CeritaSumut memperlihatkan sosok pria tengah berduaan dengan seorang perempuan berpakaian minim.
Unggahan tersebut memantik beragam komentar dan kritik terhadap kredibilitas proses seleksi pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapteng.
Baca Juga: Pemkab Madina Salurkan 24,75 Ton Bibit Jagung untuk 150 Kelompok Tani
Dalam keterangan unggahan itu, pemilik akun mempertanyakan integritas moral pejabat daerah yang namanya masuk dalam bursa calon Sekda. “Apakah pantas seorang pejabat dengan rekam jejak seperti ini dilantik menjadi Sekda?” tulis akun tersebut.
Hingga kini, autentisitas foto tersebut belum terverifikasi. Pihak terkait juga belum memberikan pernyataan resmi untuk mengonfirmasi atau membantah isi unggahan tersebut.
Publik Soroti Integritas Pejabat
Kabar beredarnya foto itu segera menimbulkan reaksi dari masyarakat. Sejumlah aktivis dan tokoh lokal mendesak Bupati Tapanuli Tengah agar memastikan proses seleksi jabatan Sekda berjalan transparan, profesional, dan berlandaskan integritas.
“Jabatan Sekda itu bukan sekadar posisi administratif. Ia simbol moral dan etika birokrasi,” ujar salah satu aktivis masyarakat sipil di Sibuluan, Selasa (28/10).
Baca Juga: Pemko Padangsidimpuan dan BPS Teken MoU Penguatan Data Statistik Daerah
Menurutnya, pemerintah daerah harus mengutamakan rekam jejak dan integritas calon pejabat, bukan semata faktor kedekatan politik atau loyalitas pribadi.
“Kalau sosok yang pernah tersandung isu serupa kembali masuk daftar calon kuat, tentu publik akan kehilangan kepercayaan terhadap proses seleksi,” katanya.
Dari penelusuran sejumlah sumber, kandidat yang disebut-sebut dalam unggahan media sosial tersebut pernah menjabat sebagai pejabat tinggi di daerah lain di Sumatera Utara.
Pada masa itu, namanya juga sempat dikaitkan dengan dugaan pelanggaran etik dan kasus moral yang beredar di publik.
Kasus tersebut bahkan sempat dilaporkan ke kepolisian setempat, meski tidak diketahui secara pasti bagaimana tindak lanjut hukumnya. Kini, dengan kembali munculnya namanya dalam seleksi Sekda Tapteng, isu lama itu ikut diangkat lagi oleh masyarakat.
“Jika benar orang yang sama kembali mencalonkan diri, seharusnya panitia seleksi mempertimbangkan rekam jejak dan persepsi publik. Integritas moral tidak kalah penting dari kompetensi birokrasi,” ujar seorang akademisi dari Panyabungan yang dimintai tanggapannya.
Sejumlah tokoh masyarakat meminta Pemkab Tapteng, Pemprov Sumut, dan Kementerian Dalam Negeri agar menelusuri ulang latar belakang seluruh kandidat Sekda yang diajukan.
Baca Juga: Desa Banjar Melayu Sempat Memanas, Isu PETI Ternyata Hoaks
“Sekda itu motor penggerak pemerintahan daerah. Kalau motornya karatan secara moral, bagaimana bisa membawa kapal pemerintahan berlayar lurus?” ujar salah satu akademisi lokal dengan nada kritik.
Selain itu, masyarakat juga berharap aparat penegak hukum ikut memantau proses seleksi pejabat tinggi pratama, agar tidak terkontaminasi oleh kepentingan politik maupun upaya perlindungan terhadap figur tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya foto tersebut maupun posisi kandidat yang disebut-sebut dalam bursa calon Sekda.
Baca Juga: Jangan Asal Kerja ke LN, Terutama Kamboja! Cak Imin Ingatkan Soal BahayaBaca Juga: Jangan Asal Kerja ke LN, Terutama Kamboja! Cak Imin Ingatkan Soal Bahaya
Sementara itu, ISHS, yang disebut dalam unggahan media sosial sebagai kandidat dimaksud, belum merespons permintaan konfirmasi dari wartawan terkait isu yang beredar.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumatera Utara juga belum memberikan penjelasan apakah isu ini akan memengaruhi proses seleksi pejabat tinggi pratama yang sedang berjalan. (net)
Editor : Editor Satu