Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Konsolidasi BEM Nus di Asahan Hasilkan 8 Rekomendasi: Sentil Jalan Rusak hingga Narkoba

Editor Satu • Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:05 WIB

Suasana Konsolidasi Daerah BEM Nusantara Koordinator Daerah Sumatera Utara di Asahan, 24–26 Oktober 2025.
Suasana Konsolidasi Daerah BEM Nusantara Koordinator Daerah Sumatera Utara di Asahan, 24–26 Oktober 2025.

ASAHAN, METRODAILY – Konsolidasi Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) Koordinator Daerah Sumatera Utara (Korda Sumut) yang digelar di Kabupaten Asahan pada 24–26 Oktober 2025 resmi berakhir dengan menghasilkan delapan rekomendasi strategis untuk pemerintah daerah dan pusat.

Kegiatan yang dihadiri para presiden mahasiswa dari berbagai universitas di Sumatera Utara ini berlangsung sukses meski sempat diwarnai upaya pembubaran oleh sekelompok mahasiswa.

Konsolidasi tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menyatukan suara dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama soal pendidikan, pemerataan pembangunan, hingga persoalan sosial yang belum terselesaikan oleh pemerintah.

Baca Juga: Rumah Dinas Pendeta GKPS Dibobol Saat Pimpin Ibadah, Ini Wajah Pelakunya

Presiden Mahasiswa BEM Nusantara Korda Sumut, Yogi Mahendra, menegaskan bahwa hasil konsolidasi ini bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masa depan Sumatera Utara.

“Kami tidak hanya berdiskusi, tetapi melahirkan solusi konkret untuk daerah. Hasil konsolidasi ini akan kami bawa ke pemerintah provinsi dan DPRD Sumut agar segera ditindaklanjuti. Mahasiswa akan terus mengawal dan memastikan rekomendasi ini dijalankan,” tegas Yogi, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, gerakan ini menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya pengkritik, melainkan bagian dari solusi.

“Apa yang kami perjuangkan hari ini adalah bentuk cinta terhadap tanah kelahiran,” ujar Yogi.

Baca Juga: Satgas Pangan Gerebek Empat Lokasi di Siantar, Pastikan Harga Beras Sesuai HET

Ketua Panitia Pelaksana, Assay Pratama Lubis, yang juga Bendahara Koordinator Daerah BEM Nus Sumut, mengaku bangga atas keberhasilan acara yang berjalan lancar.

“Meski sempat ada dinamika, acara berlangsung tertib dan sukses. Ini membuktikan semangat mahasiswa untuk menyuarakan kepentingan rakyat tidak pernah padam,” ungkapnya.

Ia menegaskan, konsolidasi ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan gerakan mahasiswa Sumatera Utara di tengah tantangan zaman dan situasi sosial-politik yang dinamis.

Baca Juga: 150 Pelari Ramaikan FE Art Fast VI Fun Run di USI

8 Rekomendasi Strategis BEM Nusantara Sumut

Selama tiga hari pembahasan, forum mahasiswa ini melahirkan delapan rekomendasi penting yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah dan pusat:

1️⃣ Perbaikan Jalan Rusak di Sei Kepayang, Asahan.
Mahasiswa mendesak pemerintah daerah dan provinsi mempercepat perbaikan infrastruktur jalan sebagai bentuk pemerataan pembangunan di wilayah pesisir.

2️⃣ Transparansi Program KIP Kuliah.
BEM Nus menyoroti adanya penyalahgunaan kewenangan di sejumlah kampus yang menekan mahasiswa penerima KIP dengan ancaman pencabutan bantuan.

3️⃣ Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi.
Banyak mahasiswa dari daerah terpencil belum mendapat kuota kuliah yang layak, memaksa mereka kuliah jauh dari kampung halaman.

4️⃣ Peningkatan Infrastruktur Pendidikan.
Fasilitas pendidikan di kabupaten/kota dinilai tidak merata dan perlu perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.

5️⃣ Pemberantasan Narkoba di Binjai.
BEM Nus menilai Binjai menjadi pusat peredaran narkoba yang belum tertangani maksimal dan mendesak aparat bertindak tegas.

6️⃣ Penindakan TPPO di Langkat.
Mahasiswa menyoroti kasus perdagangan orang yang menewaskan korban seperti Argo Prasetyo, menuntut penegakan hukum yang lebih serius.

7️⃣ Penanggulangan Banjir Kota Medan.
Sebagai ibu kota provinsi, Medan dianggap gagal menangani banjir tahunan yang mengganggu aktivitas warga dan merusak lingkungan.

8️⃣ Lanjutkan Pembangunan Jalan Sipiongot–Batas Labuhan Batu & Hutaimbaru–Sipiongot (Padang Lawas Utara).
Proyek yang diduga mangkrak akibat ulah oknum harus segera diteruskan demi konektivitas antarwilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: 150 Pelari Ramaikan FE Art Fast VI Fun Run di USI

Yogi Mahendra menegaskan, delapan rekomendasi tersebut akan dikawal secara berkelanjutan.

“Kami tidak akan berhenti pada forum ini. BEM Nusantara akan terus mengawasi realisasi rekomendasi agar benar-benar memberi manfaat untuk rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah, bukan hanya menyuarakan kritik, tetapi juga mengajukan solusi berbasis data dan lapangan.

Konsolidasi BEM Nusantara Korda Sumut menjadi bukti bahwa gerakan mahasiswa masih menjadi penyambung aspirasi rakyat.

Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, BEM Nusantara berkomitmen mendorong Sumatera Utara menjadi provinsi yang maju, adil, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. (gaf)

Editor : Editor Satu