Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

PWI Sumut Target 100 Persen Kelulusan Peserta UKW di Pematang Siantar

Edi Saragih • Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:07 WIB
Ketua PWI Sumut, Farianda Sinik saat membuka UKW di Pematangsiantar.
Ketua PWI Sumut, Farianda Sinik saat membuka UKW di Pematangsiantar.

SIANTAR, METRODAILY - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara gencar menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). UKW perdana setelah pemilihan Ketua Umum PWI Pusat dilaksanakan di Pematang Siantar, Selasa (28/10/2025).

Ketua PWI Sumut, Farianda Sinik, menjelaskan UKW di Pematang Siantar ini yang pertama tahun ini. Rencana selanjutnya akan dilaksanakan di Medan dan gabungan Tapanuli Utara-Tapanuli Selatan. PWI juga akan melakukan konferensi di Deli Serdang dan Labuhan Batu. Farianda Sinik menegaskan, “Labuhan Batu dan Asahan harus di kejar,” ujarnya.

Farianda Sinik menyoroti keunggulan UKW PWI. UKW PWI dilaksanakan secara gratis. Organisasi lain bisa mengeluarkan biaya sebesar tiga sampai enam juta rupiah. PWI Sumut menargetkan kelulusan 100 persen. Farianda Sinik mengingatkan penguji tidak bisa diintervensi terhadap nilai.

Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menegaskan UKW adalah benteng profesi wartawan. UKW bertujuan menghasilkan wartawan profesional dan tidak abal-abal. “Sumut merupakan basis paling besar nomor tiga [nasional],” ujar Zulmansyah Sekedang, yang mencatat PWI telah melaksanakan UKW 827 kali secara nasional.

Zulmansyah Sekedang menambahkan, UKW adalah sarana memfilter wartawan. Ini untuk menjaga marwah profesionalisme PWI. Organisasi yang diakui Dewan Pers hanyalah PWI, AJI, IJTI, dan Wartawan Foto. Dewan Kehormatan, seperti Syahril, akan menindak tegas pelanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

UKW menjadi salah satu seleksi sesuai aturan UU Pers. Tujuannya agar wartawan tidak terjerat pidana terkait jurnalistik. Kepada peserta, Zulmansyah Sekedang berpesan. Hasil UKW bukanlah harga mati.

“Kalau dinyatakan tidak kompeten ini bukan kiamat bagi kalian semua, belajar lagi dan ikuti lagi UKW yang akan datang jangan putus asa,” pesannya.

Kepada yang lulus, ia mengingatkan agar tetap patuh terhadap kode etik. Kompetensi bisa dicabut jika menyajikan pemberitaan yang tidak benar. “Jagalah kehormatan profesi kita masing masing,” tegasnya(Gaf)

 

Editor : Metro-Esa
#ukw #Siantar #pwi sumut