Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Mantan Bupati Nias Utara Edward Zega, Usul Program MBG Dialihkan ke Beasiswa

Leo Sihotang • Senin, 27 Oktober 2025 | 10:59 WIB
Mantan Bupati Nias Utara Edward Zega.
Mantan Bupati Nias Utara Edward Zega.

NIAS UTARA, METRODAILY-  Menyikapi persoalan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan tidak hegenis di SMP Negeri 4 Tuhemberua Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, pada Jumat lalu (10/10/2025), bebagai kalangan turut perihatin.

Salah satunya, Bupati Nias Utara periode 2011-2016 Edward Zega menyayangkan penyaluran MBG dimaksud tidak sesuai harapan masyarakat, mau pun pemerintah pusat selaku pemilik program ini, yang tujuan utamanya meningkatkan gizi anak-anak sekolah.

Edward Zega, yang juga pernah menduduki kursi legislatif di DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2019-2024 dari dapil 8 kepulauan Nias itu, menyampaikan usulan agar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah, sebaiknya dialihkan menjadi program beasiswa pendidikan bagi siswa kurang mampu.

Politisi Partai Demokrat itu berpendapat, alokasi anggaran MBG akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membantu siswa dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil.

“Saya setuju kalau MBG ditutup saja, diganti dengan beasiswa gratis kepada siswa dari SD sampai ke Perguruan Tinggi, dibayar setiap bulan. Terutama di daerah terpencil dan keluarga kurang mampu,” ujar Edward.

Ia mencontohkan, jika di Kabupaten Nias terdapat sekitar 1.000 siswa penerima beasiswa per kabupaten hingga jenjang sarjana, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Di Nias ada empat daerah terpencil. Kalau 1.000 orang siswa saja dibiayai setiap kabupaten sampai tingkat sarjana, itu sudah luar biasa,” tambahnya.

Usulan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah, yang dinilai belum optimal. Banyak pihak menilai, peningkatan mutu pendidikan juga harus menjadi prioritas, bukan hanya pemenuhan kebutuhan makan di sekolah.

Edward berharap, pemerintah dapat mempertimbangkan opsi kebijakan tersebut demi masa depan pendidikan anak-anak di Kepulauan Nias.

Sebelumnya, MBG yang disalurkan di SMP Negeri 4 Tuhemberua Kabupaten Nias Utara, Sumut pada Jumat (10/10/2025) yang lalu, ditemukan tidak hegenis beraroma bau dan diduga berulat.

Tidak hanya itu, penelusuran media ini, pendistribusian MBG dimaksud berasal dari dapur SPPG Ono Dao'o Desa Banua Gea Kecamatan Tuhemberua, Yayasan Gema Bangsa Nias Indo, menggunakan mobil pick up terbuka hanya ditutupi terpal. Bahkan, dapur SPPG dimaksud, tidak memenuhi standart kelayakan sesuai yang dipersyaratkan oleh BGN pusat. (al)

 

Editor : Leo Sihotang