Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Program MBG di SMPN 4 Tuhemberua Diduga Tak Higienis, Tokoh Nias Utara Minta BGN Pusat Tutup Dapur SPPG Ono Dao'o

Leo Sihotang • Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:42 WIB
Tokoh Pemuda Nias Utara, Asafati Lase.
Tokoh Pemuda Nias Utara, Asafati Lase.

 

NIAS UTARA, METRODAILY- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 4 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam. Pasalnya, makanan yang disalurkan pada Jumat (10/10/2025) lalu diduga tidak layak konsumsi karena berulat dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara, Ya’adil Telaumbanua, SKM, menyayangkan peristiwa tersebut. Ia menilai insiden ini sangat berbahaya jika makanan tersebut sempat dikonsumsi oleh para siswa.

“Persoalan MBG di SMP Negeri 4 Tuhemberua kami ketahui dari media sosial dan pemberitaan media massa. Tentu hal ini sangat kami sesali. Untung saja makanan tersebut belum sempat dimakan anak-anak sekolah,” ujar Ya’adil, Selasa (14/10/2025).

Ia mengimbau penyelenggara Satuan Pendidikan Pelaksana Program Gizi (SPPG) agar lebih teliti dan ketat dalam melakukan pengawasan, mulai dari pembelian bahan baku, proses dapur, hingga pendistribusian ke sekolah.

Dapur SPPG Ono Dao
Dapur SPPG Ono Dao

“Sampai saat ini kami memang belum melakukan inspeksi langsung ke dapur-dapur SPPG di Kabupaten Nias Utara. Namun dari Kemenkes RI, ada modul standar yang wajib diisi setiap dapur. Dalam waktu dekat, kami akan turun melakukan inspeksi menyeluruh,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Nias Utara, Asafati Lase, turut menyesalkan insiden ini. Menurutnya, program MBG yang digagas oleh Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, seharusnya memberikan manfaat besar bagi peningkatan gizi anak-anak sekolah.

“Kita sangat menyayangkan penyaluran MBG yang diduga berulat dan bau. Program ini sangat bagus untuk meningkatkan kesehatan dan gizi generasi muda. Tapi kalau dikelola tidak serius, justru akan menimbulkan masalah sosial baru,” kata Asafati.

Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) pusat untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pengelola dapur SPPG Ono Dao’o di Desa Banua Gea, Kecamatan Nias Utara, yang berada di bawah naungan Yayasan Gema Bangsa Nias Indo.

“Kami minta BGN pusat tidak tinggal diam. Jika perlu, dapur SPPG tersebut ditutup permanen. Mereka bekerja serampangan dan tidak memenuhi standar. Bahkan, distribusi MBG dilakukan dengan mobil pick up terbuka hanya ditutupi terpal,” tegasnya. (al)

Editor : Leo Sihotang