Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pemko Siantar dan BGN Rakor Percepat Penyelenggaraan Program MBG

Editor Satu • Jumat, 10 Oktober 2025 | 09:50 WIB

Rakor percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pematangsiantar.
Rakor percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pematangsiantar.

SIANTAR, METRODAILY – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat koordinasi percepatan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Ruang Data Pemko Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Rabu (8/10).

Rakor ini dipimpin Sekda Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, mewakili Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn, guna menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri Nomor 400.5.7/4072/SJ tanggal 25 Juli 2025 tentang pembentukan Satgas percepatan penyelenggaraan program MBG di daerah.

Perwakilan BGN Kota Pematangsiantar Party O menyampaikan, jumlah penerima manfaat MBG mencapai 11.413 orang yang tersebar di 29 lokasi sekolah dan 1 Posyandu bagi ibu hamil dan balita.

Baca Juga: Zaskia Adya Mecca Batal ke Al Aqsa demi Bela Karyawannya

“Lokasi dapur MBG tidak boleh jauh dari tempat tujuan pendistribusian, maksimal lima kilometer. Hal ini untuk meminimalisir waktu tempuh dan menjaga kualitas makanan,” jelas Party.

Ia menambahkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Sertifikat HACCP, dan sertifikat halal sebagai standar keamanan pangan.

Sekda Junaedi menegaskan, Pemko Pematangsiantar selaku Satgas MBG memiliki tugas mengawasi, mengevaluasi, dan memastikan program berjalan efektif. Satgas juga berfungsi menentukan titik SPPG terpencil yang dihubungkan langsung dengan pemerintah daerah.

Baca Juga: Rahasia Kulit Glowing Luna Maya Terungkap, Ini Skincare yang Dipakainya

Pemko Siantar juga berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, dan penyedia pangan lokal guna memperkuat rantai pasok dari petani dan pelaku UMKM daerah.

“Program MBG harus menyerap tenaga kerja lokal agar membantu menurunkan angka pengangguran di Kota Pematangsiantar,” tegas Junaedi.

Ia menambahkan, program MBG diharapkan menekan angka stunting, menjaga stabilitas inflasi, dan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.

“Kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kota dan BGN harus sinkron, karena program ini bersifat berkelanjutan,” pungkasnya. (leo)

Editor : Editor Satu
#pemko pematangsiantar #program mbg