Sempat Hilang, Ikan Pora-pora Muncul Lagi di Danau Toba
Editor Satu• Senin, 6 Oktober 2025 | 15:10 WIB
Peneliti IPB temukan populasi
SAMOSIR, METRODAILY – Setelah hampir satu dekade dianggap punah di Danau Toba, ikan pora-pora atau bilih (Mystacoleucus padangensis) tiba-tiba muncul kembali.
Lebih mengejutkan lagi, spesies mungil yang dulu jadi primadona nelayan ini tidak sekadar “selamat”, melainkan hadir sebagai populasi tangguh di perairan dan sungai-sungai inlet Danau Toba.
Penemuan ini terungkap lewat survei fauna ikan yang dilakukan tim IPB University pada 2024. Hasilnya, ikan pora-pora ditemukan di enam dari tujuh kabupaten/kota yang mengelilingi Danau Toba, dengan konsentrasi tertinggi di muara-muara sungai Kabupaten Toba dan Simalungun.
“Ini bukan sekadar fenomena biologis. Ikan pora-pora menunjukkan ketahanan luar biasa untuk bertahan melawan ancaman,” ungkap tim peneliti IPB dalam laporannya.
Ikan pora-pora sendiri pernah menjadi “keajaiban ekonomi” bagi masyarakat Toba. Ditebar pada 2003 untuk memanfaatkan ledakan plankton, populasi ikan ini berkembang pesat hingga tangkapan tahunan menembus puluhan ribu ton.
Namun pada 2016, kombinasi penangkapan berlebihan, kerusakan habitat, dan spesies invasif membuatnya menghilang dari danau.
Kini, temuan terbaru menunjukkan ikan pora-pora tumbuh sehat dengan pola pertumbuhan isometrik —artinya proporsional antara panjang dan berat tubuh.
Faktor kondisi yang baik menunjukkan populasi ini tidak kekurangan gizi, bahkan mampu bereproduksi secara alami di muara sungai.
Meski demikian, ancaman baru masih membayangi. Kehadiran ikan invasif red devil (Amphilophus citrinellus) dikhawatirkan menekan populasi pora-pora.
Karena itu, para peneliti menekankan perlunya strategi komprehensif: mulai dari restocking berbasis riset, pengendalian spesies invasif, perlindungan habitat, hingga pengurangan pencemaran dari aktivitas manusia.
“Kembalinya ikan pora-pora adalah hadiah alam, kesempatan kedua bagi kita untuk memperbaiki kesalahan masa lalu. Pertanyaannya, apakah kita cukup bijak menjaganya?” ujar tim peneliti.
Kisah ikan pora-pora menjadi pengingat bahwa alam selalu punya cara untuk pulih, asalkan manusia mau memberi ruang. (net)