LABUHANBATU, METRODAILY – Kisah haru datang dari pasangan suami istri asal Labuhanbatu, Seni Budiaseh (40) dan Salman Alfarizi Harahap (41).
Anak mereka, Nadirah Roima Alfaini Harahap (10), didiagnosis menderita penyakit langka moyamoya disease dan harus menjalani operasi pembuluh darah otak pertama di Sumatera Utara.
Budiaseh menceritakan, gejala awal muncul sejak Nadirah berusia lima tahun ketika ia mengalami kebas pada tangan kirinya. Saat itu, dokter hanya menyarankan konsumsi makanan bergizi karena diduga kekurangan zat besi.
Baca Juga: Arsenal Menang Dramatis di Newcastle Lewat Gol Injury Time
Namun, memasuki kelas 4 SD, gejala kebas kembali muncul. Puncaknya terjadi pada Senin (17/7/2025), ketika Nadirah pulang sekolah dan mengeluh sakit di leher, sebelum akhirnya pingsan.
Keluarga segera membawanya ke RSU Karya Bakti. Hasil CT scan menunjukkan adanya pecah pembuluh darah di otak. Ia kemudian dirujuk ke RSU Imelda dan dirawat selama 10 hari, termasuk dua hari di Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
Selanjutnya, dokter merujuk Nadirah ke RSUP H. Adam Malik Medan. Pada Senin (25/8/2025), ia menjalani pemeriksaan MRI yang mengonfirmasi pecah pembuluh darah di otaknya sudah terjadi dua kali.
Baca Juga: Calvin Verdonk Tampil Penuh, Lille Tetap Takluk dari Lyon
Puncaknya, pada Sabtu (27/9/2025), tim dokter RSUP H. Adam Malik bersama tim dokter Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono melakukan operasi pembuluh darah otak pertama di Sumut dengan Nadirah sebagai pasien anak pertama.
“Rupanya saat kecil memang sudah ada pecah pembuluh darah, dan kejadian fatalnya pada Juli 2025 kemarin,” ujar Budiaseh penuh haru.
Operasi ini menjadi tonggak penting dunia medis Sumatera Utara dalam menangani kasus penyakit langka moyamoya disease yang menyerang anak-anak. (net)
Editor : Editor Satu