TOBA, METRODAILY – Dinas PUPR Kabupaten Toba menghadapi ancaman gagal memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp200 juta pada 2025.
Kabid Peralatan Dinas PUPR Toba, Maju Simangunsong, mengungkapkan sejumlah kendala yang membuat target PAD sulit tercapai, antara lain jumlah alat berat yang terbatas, persaingan harga sewa dengan pihak swasta, serta minimnya proyek pemerintah di wilayah Toba.
"Target utama pemakaian alat berat adalah untuk pelayanan bantuan sosial dan penanganan bencana. Pencapaian PAD belum optimal karena alat berat kami hanya tiga unit loader dan lima unit ekskavator," kata Maju, Senin (15/9/2025).
Baca Juga: Bocor! 90% Daerah di Indonesia Masih Lemah Fiskal, Hanya Sedikit yang Mandiri
Maju menjelaskan, delapan alat berat yang dimiliki PUPR mayoritas digunakan untuk normalisasi, pelebaran jalan, dan perbaikan bahu jalan sesuai usulan masyarakat.
"Sehingga ketika ada pihak yang ingin mengontrak alat berat, jadwalnya sering bentrok dengan penanggulangan bencana. Kami prioritaskan bencana, sehingga kontrak dibatalkan. Tidak ada alat khusus untuk kontrak," jelasnya.
Selain itu, persaingan harga sewa juga menjadi kendala. Pihak swasta menggunakan BBM solar sehingga biaya operasional lebih rendah, sementara alat PUPR harus menggunakan BBM Dexlite. "Jelas harga sewa kami kalah bersaing," tambah Maju.
Baca Juga: Derby Manchester Pertama Musim Ini: Man City Hajar MU 3-0, Haaland Bersinar
Minimnya proyek pemerintah, baik dari anggaran kabupaten, provinsi, maupun pusat, turut menghambat pendapatan PAD. Maju berharap hingga Desember 2025 akan ada proyek besar sehingga rekanan bisa menyewa alat PUPR dan target PAD bisa tercapai.
"Semoga proyek-proyek mendatang dapat berjalan sehingga PAD dapat tercapai," pungkasnya. (net)
Editor : Editor Satu