Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

BMKG Umumkan Musim Hujan Datang Lebih Awal, Petani Diminta Atur Pola Tanam

Editor Satu • Senin, 15 September 2025 | 12:10 WIB
Hujan-Ilustrasi
Hujan-Ilustrasi

JAKARTA, METRODAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan 2025/2026 akan datang lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini dipengaruhi faktor global dan regional yang sedang berlangsung.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa pada Agustus 2025 fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi netral dengan indeks -0,34. Artinya, tidak ada pengaruh signifikan dari Samudra Pasifik terhadap iklim Indonesia.

Namun, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini tercatat negatif dengan indeks -1,2. Kondisi tersebut menandakan adanya tambahan suplai uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia, khususnya bagian barat.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Tebus Pupuk Bersubsidi 2025 Lebih Mudah, Begini Skemanya

“Selain itu, suhu muka laut di sekitar Indonesia juga lebih hangat (+0,42) dari rata-rata klimatologis. Hal ini memicu pembentukan awan hujan yang lebih intensif,” kata Ardhasena dalam keterangan resmi BMKG, Jumat (12/9).

ENSO netral diprediksi bertahan hingga akhir 2025, sementara IOD negatif berlangsung sampai November 2025.

Dampak Bagi Petani dan Sektor Pertanian

Menurut Ardhasena, datangnya musim hujan lebih cepat justru bisa memberikan manfaat positif bagi petani. Mereka dapat menyesuaikan pola tanam lebih dini untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung target swasembada pangan.

Baca Juga: Drama 7 Gol, Juventus Tekuk Inter Milan 4-3 Lewat Gol Telat

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya pemanfaatan informasi iklim ini untuk antisipasi bencana hidrometeorologi.

“BMKG sudah meningkatkan layanan informasi iklim melalui aplikasi mobile, media sosial, hingga jaringan komunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Kami berharap informasi ini dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan, mitigasi, dan pengambilan keputusan,” jelas Dwikorita. (dtc)

Editor : Editor Satu
#bmkg #musim hujan #pola tanam