SIDIMPUAN, METRODAILY-Sebuah gudang di Banjar Sarasi, Gang Sarasi III, Kelurahan Tanobato, Kecamatan Padangsidimpuan Utara mendadak jadi bengkel mobil dan sepeda motor. Aktivitas hingga tengah malam membuat warga mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkannya.
Salah seorang warga, Alwi menyampaikan keluhan tersebut. Menurutnya, aktivitas yang dilakukan montir yang diiringi suara musik secara kencang mengganggu kenyamanan penduduk sekitar. Apalagi, aktivitas di sana sering kali berlangsung hingga tengah malam.
“Konstitusi menjaga dan melindungi hak setiap orang untuk dapat hidup di dalam lingkungan yang nyaman dan tertib. Tapi orang bengkel ini masih saja memutar musiknya yang kencang, ditambah lagi suara mesin mereka, suara knalpot brong yang digeber-geber membuat saya dan keluarga menjadi tidak nyaman” keluhnya, Jumat (12/9/2025).
Rumah yang ditempati Alwi berdempet dengan gudang yang kini jadi bengkel tersebut. Karena itu, suara kebisingan dari suara musik dan mesin langsung mengarah ke tempatnya. Begitu juga warga sekitar. Namun alasan profesi sebagai PNS, mereka tidak berani menyampaikannya, karena pemilik merupakan abang dari Wakil Wali Kota Padangsidimpuan.
Alwi mengungkapkan, sebelumnya di Lingkungan Sarasi 3 sangat tertib dan tidak ada kebisingan. Hingga gudang itu jadi dan aktivitas di dalamnya menimbulkan kebisingan yang berlangsung sampai malam hari.
“Pada awalnya ketika mereka membangun saya tidak ada keberatan sedikit pun, bahkan sampai mereka bekerja membangun gudang itu di atas jam 10 malam pun saya masih diam. Meski pun ributnya dari seng itu minta ampun. Saya memahami toleransi dalam bertetangga. Bahkan asap pembakaran mereka sampai berulang kali masuk ke dalam rumah yang saya tempati, saya masih tetap diam dan bersabar,” ulas Alwi.
Alwi sebenarnya sudah berulang kali menyampaikan persoalan yang timbul dari dalam gudang berbentuk bangsal dan dipagari seng itu, kepada pemilik. Termasuk saat ada api yang masih menyala di dalam gudang, dan ditinggalkan. Karena Alwi khawatir akan dampak yang lebih buruk.
“Kemudian karna anggota dari pemilik lama datang saya menyampaikan kepadanya untuk mengambil sikap saja mematikan api yang menyala di dalam gudang. Saya khawatir api makin besar dan menyebabkan kebakaran,” katanya.
Aktivitas perbengkelan di dalam gudang hampir setiap hari sejak pagi hingga malam sejak Agustus lalu, hingga Jumat kemarin. Meski pun sudah ditegur agar menghormati jam istirahat warga sekitar. Namun diulangi lagi, seperti menantang bahkan kembali menggeber knalpot brong di depan rumahnya, yang kemudian membuat Alwi geram dan merasa pemiliknya mulai arogan.
“Jadi saya merasa apakah karna mereka itu adalah keluarga kepala daerah makanya menganggap sepele dan tidak menghiraukan lagi kenyamanan dan ketertiban dalam bermasyarakat?,” katanya.
Karena itu, Alwi menyampaikannya melalui media ini dan berharap Wakil Wali Kota Padangsidimpuan mengingatkan saudaranya untuk berlaku tertib. Pun kalau gudang itu jadi usaha, izinnya dilengkapi termasuk izin tetangga sekitar.
Kepala Lingkungan Kampung Sarasi, Ali Ammar Nasution mengaku tak mengetahui adanya bengkel di daerah itu. Karena katanya, dari pemberitahuan kepadanya hanya gudang mobil. Namun begitu, kata Ammar, persoalan keluhan ini lebih baik diselesaikan ini secara kemasyarakatan.
“Saya juga gak pernah dengar ada ribut-ribut di sana. Tapi diselesaikanlah secara kemasyarakatan. Kalau bengkel, di Gang Sarasi 10 pun ada bengkel vespa, itu kalau sudah magrib berhenti itu,” terangnya.
Sementara itu pemilik bengkel, Romeo Kamajaya mengaku bangunan itu hanya gudang berisi koleksi mobil dan sepeda motornya. Bukan bengkel yang dikomersialkan. Dan aktivitas di sana hanya perbaikan koleksi sepeda motornya.
“Jadi itu memang di sana ada perbaikan kereta, tapi salah rupanya memperbaiki kereta sendiri di rumah?,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).
“Dia pun gak pernah menghubungiku. Tidak pernah bicara samaku. Ada memang pernah telpon, bilang ada anggotaku yang geber-geber kereta di depan rumahnya. Itu karena mau habis minyaknya anggota itu,” timpalnya membantah.
Namun kata Romeo, hal ini jangan dikaitkan dengan politik, meski pun ia abang dari Wakil Wali Kota Padangsidimpuan. Ketika ditanya solusi yang akan diambil dalam persoalan ini, Romeo mengaku tidak ada masalah dengan tetangganya yang keberatan dengan aktivitas bengkelnya itu. (SAN)
Editor : SAMMAN