MADINA, METRODAILY – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini masuk daftar zona merah penyumbang penderita Tuberculosis (TBC) di Sumatera Utara.
Hingga September 2025, tercatat 1.772 warga Madina sudah terdiagnosa TBC, menempatkan daerah ini di urutan ketujuh kasus terbanyak di provinsi tersebut.
Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengungkapkan fakta tersebut saat membuka rapat koordinasi percepatan penanggulangan TBC di Aula Kantor Bupati, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Rabu (10/9).
Baca Juga: Sabu Dikendalikan dari Lapas Langkat Bebas Beredar di Simalungun
Acara turut dihadiri Wakil Bupati Atika Azmi Utammi, Pj. Sekda Sahnan Pasaribu, para kepala OPD, camat, serta diwarnai penandatanganan komitmen bersama penanggulangan TBC.
“Secara global, Indonesia menempati posisi kedua terbanyak penderita TBC di dunia. Delapan provinsi menyumbang kasus tertinggi, salah satunya Sumut. Madina berada di peringkat ketujuh dengan kasus terbanyak di Sumut,” tegas Bupati Saipullah.
Bupati menjelaskan, target temuan terduga TBC di Madina mencapai 14.668 orang, namun baru 7.771 orang yang menjalani skrining. Sementara target TBC SO sebesar 2.720 orang, baru ditemukan 1.172 kasus.
Baca Juga: Prabowo Setuju Tarik Rp200 Triliun dari BI, Ekonomi Akan Terstimulus?
“Masih banyak masyarakat enggan diperiksa karena stigma negatif. Bahkan, saat ini ada 36 pasien sudah terdiagnosa tapi belum memulai pengobatan. Selain itu, 38 pasien TBC SO putus berobat karena lebih percaya pengobatan tradisional,” jelasnya.
Pemkab Bentuk Rencana Aksi Daerah TBC
Sebagai langkah strategis, Pemkab Madina telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC 2022-2027 yang mengacu pada RPJMD Madina 2021-2026. RAD ini melibatkan lintas sektor, dunia usaha, serta dukungan masyarakat.
“Evaluasi RAD penting untuk meningkatkan temuan kasus dan mencapai target eliminasi TBC tahun 2030. Komitmen ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan lintas sektor dan masyarakat,” kata Saipullah.
Baca Juga: Tekan Lakalantas, Polres Simalungun Fokus pada Mopen Bawa Penumpang di Kap Mobil
Kadis Kesehatan Madina, dr. Faisal Situmorang, menambahkan TBC masih menjadi masalah kesehatan serius di Madina. “Ini program prioritas nasional, dan Pemkab Madina sudah menyusun RAD 2022-2027 sebagai pedoman percepatan eliminasi TBC,” ujarnya.
Pemkab Madina mengajak seluruh pihak, termasuk tokoh masyarakat, lembaga kesehatan, dan dunia usaha, untuk bersama-sama mendukung langkah eliminasi TBC sebelum tahun 2030. (net)
Editor : Editor Satu