Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Massa Long March di Sidamanik Tolak Kebun Teh Dikapling Sawit

Editor Satu • Kamis, 11 September 2025 | 11:40 WIB
Massa aksi long march di Sidamanik menolak perkebunan teh dikonversi menjadi sawit oleh PTPN IV.
Massa aksi long march di Sidamanik menolak perkebunan teh dikonversi menjadi sawit oleh PTPN IV.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Sejumlah elemen masyarakat bersama mahasiswa menggelar aksi long march besar-besaran di Kecamatan Sidamanik, Simalungun, Minggu (7/9). Mereka menolak keras rencana konversi perkebunan teh menjadi kelapa sawit oleh PTPN IV Regional II.

Aksi ini digalang oleh berbagai organisasi, antara lain SATUNASIB, Rumah Pengabdian Pdt Penrad Siagian, LRR Indonesia, Gerakan Aspirasi Mahasiswa Pembela Rakyat (GAMPAR), PMKRI, BEM USI, BEM Nomensen, hingga Aliansi Masyarakat Sidamanik.

Koordinator aksi Julius Sitanggang menuding PTPN IV melakukan konversi secara ilegal, tanpa prosedur administrasi, mengabaikan AMDAL, serta memicu konflik masyarakat.

Baca Juga: Dua Bandar Sabu Ditangkap saat Duduk Santai di Warung di Bukit Maraja

“Ini jelas melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” tegas Julius.

Dalam orasinya, Julius menyebut alih fungsi teh ke sawit akan merusak keanekaragaman hayati, mengurangi ketersediaan air bersih, menyebabkan erosi, hingga mempercepat perubahan iklim.

Dampak lain yang ditakutkan yakni rusaknya persawahan, banjir di dataran rendah, dan hilangnya mata pencaharian warga.

Perwakilan GAMPAR, Malid, menyerukan perlawanan rakyat. “Bencana sudah ada di depan mata, jangan biarkan terjadi. Bersatu demi masa depan anak cucu kita!” serunya lantang.

Baca Juga: Oktober, Warga Sumut Bisa Berobat Cukup Pakai KTP

Massa juga menegaskan bahwa teh adalah identitas Simalungun, bahkan tergambar jelas dalam lambang daerah. Mereka menyebut teh ramah lingkungan, mampu mencegah erosi, dan tidak rakus air seperti sawit.

Dalam pernyataan sikap, massa menuntut:

Baca Juga: Jenazah Zetro Purba Korban penembakan di Peru Tiba di Jakarta, Tangis Pecah

Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian menegaskan penolakan bukan sekadar kepentingan warga Sidamanik, tapi menyangkut ekologis hingga Kota Pematangsiantar.

“Sawit ini rakus air. Kalau debit air habis disedot sawit, masyarakat kita akan minum apa?” tegas Penrad.

Ia mengungkapkan, banjir sudah terjadi di desa-desa yang dekat area konversi sawit. Rumah warga rusak, sawah tergenang, hingga kolam ikan hancur. Penrad berjanji mendorong eskalasi penolakan ke Kementerian BUMN dan Holding PTPN.

“Kebijakan yang tidak berpihak pada lingkungan dan masyarakat tidak boleh terulang,” tegasnya. (mbc)

Editor : Editor Satu
#konversi kebun teh