MEDAN, METRODAILY – Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan Indonesia.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (FE Unimed), Dr Azizul Kholis, SE, M.Si, M.Pd, CMA, CSRS, berhasil mengantarkan Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGGp) meraih status Green Card, predikat tertinggi yang diberikan oleh UNESCO Global Geoparks Network (GGN).
Pencapaian ini diumumkan dalam sidang Council GGN UNESCO di Universidad de Temuco, Chile, pada 6 September 2025. Sebelumnya, Toba Caldera masih berada di status Yellow Card sejak revalidasi tahun 2023.
Green Card hanya diberikan setelah proses evaluasi ketat oleh asesor internasional, di antaranya Prof. Dr. Jose Retrigues Brilha (Portugal) dan Prof. Dr. Jeon Yong Mun (Korea Selatan) pada 21–25 Juli 2025.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata kontribusi dosen FE Unimed terhadap pembangunan daerah, nasional, hingga internasional,” ujar Dr Haikal Rahman, M.Si, Dekan FE Unimed, Rabu (10/9/2025).
Menurut Haikal, pihaknya terus mendorong dosen agar berkontribusi sesuai kepakarannya, baik melalui riset, kolaborasi internasional, hingga kiprah dalam organisasi profesi.
Dalam sidang di Chile, Dr Azizul juga menyerahkan plakat dari Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM kepada Nikolaos Zouros, Presiden Dewan Eksekutif GGN.
Dr Azizul menyampaikan, capaian ini tidak terlepas dari dukungan Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Ketua Senat FE Unimed sekaligus Dewan Pakar BP TCUGGp.
Prof. Syawal dinilai selalu menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana menanamkan kesadaran menjaga geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity Danau Toba.
Ke depan, Badan Pengelola Toba Caldera akan memperkuat pendidikan geopark sejak jenjang TK hingga SMA melalui media pembelajaran sederhana agar masyarakat semakin mencintai dan menjaga kawasan Danau Toba.
Prestasi ini akan segera dilaporkan kepada Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta, dan diteruskan ke Presiden RI melalui kementerian terkait. (Rel/sya)
Editor : Editor Satu