TANJUNGBALAI, METRODAILY – Sebanyak 17 pelajar SMP dan SMA di Kota Tanjungbalai terjaring Operasi Kasih Sayang (Ops KS) saat bolos sekolah pada jam pelajaran, Senin (8/9/2025).
Operasi ini digelar oleh Tim Terpadu P4GN, ODGJ, dan Gelandangan Kota Tanjungbalai di sejumlah titik rawan, seperti warung internet (warnet), rental PlayStation, serta warung pinggir jalan.
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim, didampingi Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, langsung menemui para pelajar yang kedapatan nongkrong dan bermain saat seharusnya mengikuti pelajaran.
Baca Juga: Pemkab Labuhanbatu Kebut Pembentukan 98 Koperasi Merah Putih
“Ini adalah bentuk kepedulian Pemkot Tanjungbalai terhadap generasi muda. Jangan lagi bolos sekolah. Ingat pengorbanan orang tua yang ingin anaknya mendapat pendidikan terbaik,” tegas Mahyaruddin.
Wali Kota juga menegaskan bahwa seluruh pelajar yang terjaring akan dibina melalui pemanggilan orang tua serta koordinasi dengan pihak sekolah.
“Persoalan ini kami kembalikan ke sekolah agar guru bersama orang tua sama-sama bertanggung jawab. Tujuannya untuk membina anak-anak agar tidak mengulangi kesalahan,” tambahnya.
Baca Juga: Dikejar Polisi, Pencuri Aset Sekolah Bersembunyi di Sumur Kosong
Sementara itu, Ketua Tim Terpadu, Anwar Ruji, menjelaskan tim dibagi dua kelompok saat operasi. Tim I bergerak di Kecamatan Datuk Bandar Timur, Datuk Bandar, dan Tanjungbalai Selatan. Tim II menyasar Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai Utara, dan Teluk Nibung.
Dari hasil operasi, tercatat 3 siswa SMP/sederajat dan 14 siswa SMA/SMK kedapatan bolos dan langsung diamankan untuk didata.
Pemkot berharap operasi ini menjadi efek jera sekaligus pengingat pentingnya disiplin belajar bagi generasi muda di Tanjungbalai. (net)
Editor : Editor Satu