Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Proyek Diduga PLTMH di Dusun Lumbantobing Humbahas, Camat Malah Bingung Saat Ditanya

Editor Satu • Senin, 8 September 2025 | 13:20 WIB
Sejumlah pekerja tampak melakukan pengerjaan proyek diduga PLTMH di aliran sungai Dusun Lumbantobing, Humbahas, Jumat (5/9/2025).
Sejumlah pekerja tampak melakukan pengerjaan proyek diduga PLTMH di aliran sungai Dusun Lumbantobing, Humbahas, Jumat (5/9/2025).

HUMBAHAS, METRODAILY – Warga Dusun Lumbantobing, Desa Sitapongan, Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dikejutkan dengan adanya proyek pembangunan misterius di sekitar daerah aliran sungai.

Proyek yang dikerjakan sejak 2025 ini diduga merupakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Pantauan di lokasi pada Jumat (5/9/2025), tampak sejumlah pekerja menggunakan helm, rompi oranye, dan sepatu pelindung sedang melakukan pengerjaan yang menyerupai pembangunan bendungan atau weir untuk mengalihkan aliran sungai.

Seorang pekerja mengaku bahwa mereka bekerja di bawah naungan PT Raisan Energi Indonesia dengan konstruksi dilaksanakan oleh PT Mulia Duta Permata.

Namun, ia enggan menjelaskan detail terkait jenis pembangunan yang dikerjakan.

“Kami hanya sebagai kontruksi dari PT Mulia Duta Permata. Lebih jelasnya, tanyakan saja ke PT Raisan Energi Indonesia,” ujar seorang pekerja singkat.

Ironisnya, Camat Sijamapolang Anto Simanullang yang dikonfirmasi justru mengaku tidak mengetahui adanya proyek tersebut. Ia bahkan balik bertanya saat ditanyai wartawan.

“Pembangunan apa?” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Ia kemudian bertanya balik lagi, “Pembangunan yang bersumber dana dari mana laeku?”

Sementara itu, warga setempat membenarkan adanya proyek pembangunan perusahaan listrik yang memanfaatkan arus sungai.

“Kalau informasinya, memang perusahaan listrik. Kayaknya baru mulai tahun 2025 ini,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Namun, proyek ini juga disebut menimbulkan dampak pada akses jalan menuju Desa Sitapongan yang kini semakin rusak akibat lalu lintas kendaraan berat pembawa material proyek.

“Iya, soalnya banyak dump kontainer masuk bawa besi, beton, sama alat berat. Malah katanya ada juga kayu dari sekitar kampung yang ikut diangkut,” tambah warga tersebut.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah setempat maupun pihak perusahaan mengenai legalitas maupun dampak proyek tersebut bagi masyarakat sekitar. (Gam)

Editor : Editor Satu
#pembangkit listrik tenaga mikro hidro #pltmh