MADINA, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menegaskan komitmennya menjadikan pelayanan kesehatan sebagai prioritas utama.
Hal itu dibuktikan dengan peresmian gedung baru RSUD Panyabungan di Bukit Panatapan, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (4/9).
Bupati Madina, H. M. Jakfar Saipullah Nasution, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan merupakan salah satu program 100 hari kerja dirinya bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution.
“Dengan ditetapkannya RSUD Panyabungan sebagai lokasi pelayanan prioritas bagi berbagai program kesehatan, para tenaga medis harus bisa mengimplementasikan jargon Si Jeges agar selaras dengan bangunan dan sarpras baru yang disediakan pemerintah,” kata Saipullah.
Bupati menyebut, peningkatan layanan RSUD Panyabungan sudah terlihat dari lonjakan jumlah pasien rawat inap. Jika pada 2022 hanya sekitar 4.000 pasien, maka pada 2024 mencapai 12 ribu pasien.
Dari sisi fasilitas, kapasitas rumah sakit juga meningkat dari 120 tempat tidur di lokasi lama menjadi 160 tempat tidur di gedung baru.
Tingkat okupansi (BOR) pun melonjak dari 59% menjadi 94% pada 2024, jauh di atas batas optimal. Dengan jumlah penduduk Madina mencapai 550 ribu jiwa, kebutuhan ideal sebenarnya lebih dari 500 tempat tidur.
Saipullah menegaskan, pihaknya menargetkan peningkatan status RSUD Panyabungan dari tipe C ke tipe B, sekaligus menjadikannya rumah sakit rujukan regional untuk wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
“Pembangunan rumah sakit ini dimulai sejak 2018 dan baru selesai setelah 8 tahun akibat keterbatasan anggaran dan proses konstruksi. Kini saatnya kita wujudkan RSUD Panyabungan sebagai rumah sakit regional yang mampu melayani masyarakat Tabagsel,” ujarnya optimistis.
Pemkab Madina pun berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah se-wilayah Tabagsel untuk mempercepat peningkatan kualitas, akreditasi, dan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut. (Net)
Editor : Editor Satu