SIDOARJO METRODAILY – Nama Matias Ibo kembali mencuat setelah kemenangan Timnas Indonesia U-23 atas Makau di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Sabtu (6/9/2025).
Bukan karena aksi di lapangan, melainkan karena peran uniknya di ruang jumpa pers.
Matias hadir mendampingi pelatih Gerald Vanenburg dan kapten Arkhan Fikri. Ia bertugas sebagai penerjemah, menjembatani komunikasi antara pelatih asal Belanda, pemain muda Indonesia, dan para jurnalis.
Dengan tenang, ia menerjemahkan pernyataan Vanenburg dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, lalu membaliknya saat Arkhan menjawab.
Namun, momen menarik terjadi ketika Vanenburg sempat meminta penjelasan ulang dalam bahasa Belanda.
Matias pun meladeni dengan fasih, membuat publik sadar bahwa pria 46 tahun ini bukan penerjemah biasa.
Matias Ibo diketahui menguasai sedikitnya lima bahasa. Selain bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, ia fasih berbahasa Inggris dan Belanda, cukup lancar berbahasa Jerman, serta mampu berbicara bahasa Jawa ngoko untuk percakapan sehari-hari.
Bahkan, saat didekati jurnalis usai laga melawan Makau, Matias menjawab singkat dengan bahasa Jawa: “Ora wawancara, sesuk wae yo. Sawise bal-balane rampung.” (Tidak usah wawancara, besok saja ya. Setelah sepak bolanya berakhir).
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, nama Matias Ibo sebenarnya bukan orang baru. Ia pernah menjadi fisioterapis Timnas Indonesia pada era 2010-an, termasuk di Piala AFF 2012.
Ia juga sempat bekerja bersama Timo Scheunemann di Persema Malang.
Kini, Matias kembali hadir untuk skuad Garuda Muda. Bedanya, bukan lagi di ranah medis, melainkan sebagai penerjemah yang memastikan komunikasi berjalan tanpa hambatan.
Sosoknya tenang, multitalenta, dan diam-diam memegang peran penting dalam perjalanan Timnas U-23. (Blc)
Editor : Editor Satu